Memuat berita

Mbah Leginah Meninggal Dunia, Sosok Nenek Viral yang Dicintai Warganet

04 Oktober 2026
4

Saya susun dengan fokus pada perjalanan Mbah Leginah menjadi sosok viral, kedekatannya dengan Refido, serta kabar kondisi kesehatannya sebelum meninggal. Ada perbedaan pemberitaan mengenai waktu wafat—sejumlah laporan menyebut Jumat malam 2 Oktober, sementara sumber lain menyebut Sabtu 3 Oktober—sehingga saya gunakan formulasi yang lebih aman secara jurnalistik. 

Kabar duka datang dari dunia media sosial Indonesia. Mbah Leginah, sosok nenek asal Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang dikenal luas melalui konten-konten guyonan bersama Refido, meninggal dunia pada awal Oktober 2026 dalam usia sekitar 85 tahun.

Kepergian Mbah Leginah meninggalkan kesedihan bagi keluarga, Refido, serta ribuan hingga jutaan warganet yang selama ini mengikuti tingkah polosnya di media sosial. Sosok yang awalnya dikenal dari percakapan sederhana sehari-hari itu perlahan berubah menjadi salah satu figur lansia yang begitu dekat dengan pengguna media sosial.

Kabar mengenai kondisi Mbah Leginah sempat disampaikan Refido sehari sebelum kabar duka beredar. Saat itu, Refido mengabarkan bahwa kondisi kesehatan Mbah Leginah sedang menurun dan membuat sejumlah pekerjaan endorsement harus ditunda. Tak lama kemudian, kabar kepergiannya menyebar dan mengundang banyak ucapan belasungkawa.

Mbah Leginah dikenal publik setelah Refido Kriska rutin membagikan video kebersamaan mereka melalui akun Instagram @refidoo. Tidak ada konsep produksi yang rumit dalam konten tersebut. Sebagian besar video justru menampilkan percakapan spontan, candaan sederhana, serta respons polos Mbah Leginah ketika berinteraksi dengan Refido.

Kepolosan itulah yang menjadi daya tarik utama. Mbah Leginah tampil apa adanya dan tidak berusaha menjadi sosok lain di depan kamera. Gaya bicaranya, respons spontan, hingga guyonan sehari-hari membuat banyak warganet merasa seolah sedang melihat sosok nenek sendiri di rumah.

Popularitas tersebut kemudian membuat konten Mbah Leginah tidak hanya dinikmati pengguna media sosial biasa. Sejumlah figur publik juga diketahui mengikuti dan memberikan perhatian terhadap konten-kontennya. Penyanyi Denny Caknan, misalnya, pernah memberikan hadiah berupa perhiasan emas kepada Mbah Leginah. Presenter Imam Darto juga beberapa kali terlihat berinteraksi di unggahan yang menampilkan sosok nenek tersebut.

Di balik popularitasnya, terdapat satu hal yang selama ini cukup banyak disalahpahami warganet. Banyak orang mengira Refido merupakan cucu kandung Mbah Leginah karena keduanya terlihat sangat dekat dan kerap tampil bersama dalam berbagai video.

Faktanya, Refido bukan cucu kandung Mbah Leginah. Refido merupakan tetangga dekat yang juga berteman dengan Ade, cucu kandung Mbah Leginah. Kedekatan Refido dengan keluarga tersebut kemudian membuat hubungan mereka semakin erat hingga Mbah Leginah menganggap Refido seperti cucunya sendiri. Dalam sejumlah konten, Mbah Leginah bahkan memanggil Refido dengan sebutan “cucuku”.

Hubungan tersebut bukan hanya berlangsung di depan kamera. Setelah konten mereka semakin dikenal, Refido juga disebut membantu menyalurkan donasi dari para penggemar serta pendapatan endorsement untuk kebutuhan Mbah Leginah. Kehadiran Refido pun menjadi bagian dari keseharian sang nenek hingga hubungan keduanya terlihat begitu natural di hadapan kamera.

Mbah Leginah sendiri diperkirakan lahir pada 1941. Ia kemudian dikenal luas bukan karena profesi sebagai selebritas, melainkan karena menjadi dirinya sendiri dalam berbagai video sederhana yang direkam bersama Refido.

Justru kesederhanaan tersebut yang membuat sosok Mbah Leginah berbeda. Di tengah maraknya konten media sosial yang diproduksi dengan konsep dan peralatan profesional, percakapan spontan antara seorang nenek dan pemuda tetangganya mampu menarik perhatian begitu banyak orang.

Sejumlah video mereka juga memperlihatkan sisi keseharian Mbah Leginah yang sederhana dan penuh humor. Candaan-candaan kecil yang mungkin terlihat biasa dalam kehidupan sehari-hari justru menjadi hiburan bagi warganet.

Karena itu, ketika kabar Mbah Leginah meninggal dunia muncul, respons warganet pun terasa sangat emosional. Banyak pengikutnya mengaku kehilangan sosok yang selama ini hadir melalui layar ponsel dan memberikan hiburan tanpa banyak dibuat-buat.

Ucapan belasungkawa juga datang dari sejumlah figur publik. Nama-nama seperti Imam Darto, Kiky Saputri, Pamela Bowie, dan Indra Brasco turut menyampaikan rasa kehilangan mereka melalui media sosial. Imam Darto bahkan mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dan mencium tangan Mbah Leginah, tetapi kesempatan tersebut tidak lagi terwujud.

Bagi para pengikutnya, Mbah Leginah bukan sekadar sosok yang muncul dalam video viral. Ia menjadi figur yang dikenal karena karakter polos, humor sederhana, dan interaksi hangat bersama Refido.

Kepergiannya sekaligus mengakhiri perjalanan seorang nenek dari Cepu yang tanpa pernah merencanakannya telah menjadi bagian dari kehidupan digital banyak orang. Konten-konten yang sebelumnya menghadirkan tawa kini berubah menjadi kenangan yang kembali dibagikan warganet sebagai bentuk penghormatan.

Jenazah Mbah Leginah kemudian dimakamkan pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Sosoknya mungkin telah pergi, tetapi berbagai video yang menampilkan candaan dan kepolosannya bersama Refido masih tersimpan di media sosial dan menjadi jejak digital yang akan terus dikenang para penggemarnya.

Mbah Leginah membuktikan bahwa popularitas di media sosial tidak selalu lahir dari kemewahan atau produksi besar. Percakapan sederhana, tawa spontan, dan kepribadian yang apa adanya justru dapat menciptakan kedekatan dengan begitu banyak orang.

Kini, bagi warganet yang selama ini menyebut diri mereka sebagai “cucu online”, video-video Mbah Leginah bersama Refido bukan lagi sekadar tontonan hiburan. Video tersebut menjadi kenangan tentang seorang nenek dari Cepu yang pernah membuat banyak orang tersenyum melalui kesederhanaannya.

Tag

Memuat tag berita...