Memuat berita

Gubernur Sumsel Herman Deru Tawarkan Reward Rp10 Juta bagi Penangkap Pembakar Lahan

05 Oktober 2026
3

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menggelar sayembara berhadiah uang tunai sebesar Rp10 juta. Hadiah tersebut ditujukan bagi warga yang berhasil meringkus oknum pembakar lahan di wilayah Sumsel. Pengumuman disampaikan di hadapan demonstrasi mahasiswa yang menuntut keseriusan penanganan karhutla. Aksi mahasiswa berlangsung di depan Kantor Gubernur Sumsel pada Senin (5/10/2026). Herman Deru secara langsung menyampaikan tawaran reward kepada warga.

“Yang bisa menangkap pelaku pembakaran lahan, saya kasih reward Rp10 juta,” kata Deru di hadapan massa demonstrasi. 

Langkah ini diambil menyusul kian meluasnya titik karhutla di Sumatera Selatan. Kabut asap pekat sudah menyelimuti pelbagai kawasan di provinsi tersebut. Kondisi asap mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Ruang gerak warga menjadi terbatas akibat kualitas udara yang memburuk. Selain mengganggu aktivitas, pekatnya kabut asap juga mengancam kesehatan publik. Kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA dilaporkan melonjak di sejumlah daerah. Anak-anak dan kelompok rentan menjadi yang paling terdampak. Penanganan karhutla semakin mendesak untuk dilakukan.

Herman Deru menekankan bahwa partisipasi warga sangat krusial. Praktik pembakaran lahan sering kali sulit terdeteksi tanpa bantuan masyarakat. Oleh karena itu, insentif finansial disiapkan sebagai bentuk apresiasi. Siapa saja yang berani menangkap lalu melaporkan pelaku kepada aparat akan mendapatkan reward. Sayembara berhadiah Rp10 juta menjadi terobosan di tingkat provinsi. Deru ingin melibatkan masyarakat secara aktif dalam membongkar kejahatan lingkungan. Penangkapan pelaku pembakar lahan diharapkan dapat memberikan efek jera. Penegakan hukum tetap menjadi ujung tombak penanganan.

Inisiatif Gubernur Sumsel ini memperkuat kebijakan serupa yang sebelumnya digulirkan di tingkat kabupaten. Bupati Ogan Komering Ilir atau OKI, Muchendi, lebih dahulu menyiapkan bonus Rp5 juta. Bonus tersebut ditujukan bagi warga yang mampu menangkap basah pelaku pembakaran lahan di wilayah OKI. Sinergi antara provinsi dan kabupaten terlihat jelas. Dengan adanya reward di tingkat provinsi dan kabupaten, semangat masyarakat untuk berpartisipasi semakin didorong. Herman Deru menilai pendekatan ini efektif untuk memperluas jaringan pengawasan. Warga yang selama ini enggan melapor kini memiliki insentif. Keberanian melaporkan pelaku diapresiasi secara nyata.

Demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Gubernur menjadi momentum pengumuman tersebut. Mahasiswa menuntut keseriusan pemerintah daerah dalam menangani karhutla. Deru merespons dengan langkah konkret berupa sayembara berhadiah. Dialog antara pemerintah dan mahasiswa berlangsung dalam suasana tersebut. Kabut asap yang semakin pekat membuat penanganan karhutla tidak bisa ditunda. Titik api yang terus muncul di berbagai wilayah Sumsel menjadi perhatian utama. Reward Rp10 juta diharapkan dapat mempercepat penemuan pelaku. Aparat penegak hukum siap menerima laporan dari masyarakat.

Herman Deru menegaskan bahwa kejahatan lingkungan seperti pembakaran lahan harus dilawan bersama. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan warga. Insentif finansial menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran kolektif. Setiap laporan yang valid akan ditindaklanjuti. Kebijakan serupa di OKI dengan hadiah Rp5 juta telah menjadi contoh di tingkat lokal. Kini Gubernur Sumsel menaikkan nilai reward menjadi Rp10 juta. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan di tingkat provinsi. Koordinasi antarwilayah terus diperkuat untuk memadamkan karhutla.

Masyarakat Sumsel diimbau untuk berani melaporkan aktivitas pembakaran lahan. Keamanan pelapor tetap menjadi perhatian pihak berwenang. Reward Rp10 juta hanya diberikan kepada warga yang berhasil menangkap dan menyerahkan pelaku kepada aparat. Proses verifikasi akan dilakukan sesuai prosedur. Dengan pengumuman di hadapan demonstrasi mahasiswa, Herman Deru ingin menunjukkan komitmen nyata. Karhutla dan kabut asap bukan hanya masalah pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan penanganan. Kesehatan publik harus segera diselamatkan dari ancaman asap.

Tag

Memuat tag berita...