Mutasi besar-besaran kembali dilakukan di tubuh Polri setelah Jenderal Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri. Sebanyak 19 jabatan kepala kepolisian daerah mengalami pergantian, termasuk Polda Metro Jaya yang kini dipimpin Irjen Dadang Hartanto dan Polda Banten yang akan dipimpin Brigjen Pol Hendra Kurniawan.
Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Rotasi itu menjadi bagian dari mutasi terhadap 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri yang mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan.
Namun, penunjukan Brigjen Hendra Kurniawan sebagai Kapolda Banten menarik perhatian karena adanya kesamaan nama dengan sosok Hendra Kurniawan yang pernah terseret dalam perkara pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menegaskan bahwa Brigjen Hendra Kurniawan yang mendapat kepercayaan menjadi Kapolda Banten merupakan orang yang berbeda dari mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan yang terkait perkara tersebut.
Penegasan itu penting karena kesamaan nama dan pangkat sempat membuat informasi mengenai sosok Kapolda Banten yang baru beredar secara keliru di tengah masyarakat. Sejumlah pemberitaan juga kemudian memberikan klarifikasi bahwa dua perwira tersebut merupakan dua orang yang berbeda.
Brigjen Hendra Kurniawan yang ditunjuk memimpin Polda Banten sebelumnya menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri. Ia juga memiliki pengalaman penugasan di lingkungan Polda Banten, termasuk pernah menduduki posisi Irwasda.
Sementara itu, sosok lain dengan nama Hendra Kurniawan yang pernah menjadi Karo Paminal Divpropam Polri merupakan pejabat yang terseret perkara obstruction of justice dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Putusan pengadilan dalam perkara tersebut juga mencatat keterlibatan nama Hendra Kurniawan dalam rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan perkara Ferdy Sambo.
Dengan demikian, penunjukan Brigjen Hendra Kurniawan sebagai Kapolda Banten tidak berarti Polri kembali menempatkan mantan Karo Paminal yang terkait perkara Sambo ke dalam jabatan tersebut. Kesamaan nama justru menjadi faktor utama munculnya kesalahpahaman mengenai identitas pejabat yang baru ditunjuk.
Selain Banten, rotasi Kapolda juga menyentuh sejumlah wilayah strategis. Irjen Dadang Hartanto ditugaskan sebagai Kapolda Metro Jaya, menggantikan pejabat sebelumnya. Irjen Suwondo Nainggolan dipercaya memimpin Polda Maluku, Irjen Suhendri menjadi Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Arman Achdiat memimpin Polda Riau, dan Irjen Reza Arief Dewanto ditugaskan sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur.
Perubahan juga terjadi di Pulau Jawa. Irjen Hengki ditugaskan sebagai Kapolda Jawa Barat, Brigjen Roy Hardi Siahaan sebagai Kapolda Jawa Tengah, dan Irjen Dekananto Eko Purwono sebagai Kapolda Jawa Timur. Sementara Brigjen Pasma Royce dipercaya memimpin Polda Bali.
Rotasi juga mencakup Polda Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jambi, Gorontalo, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. Pergantian tersebut menunjukkan luasnya penyegaran struktur kepemimpinan kewilayahan Polri dalam mutasi perdana setelah Suyudi resmi menjabat sebagai Kapolri.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi. Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus berkaitan dengan pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Bagi Polda Banten, pergantian kepemimpinan ini menempatkan Brigjen Hendra Kurniawan sebagai pejabat baru yang akan melanjutkan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Banten. Rekam jejaknya di lingkungan Polda Banten menjadi salah satu bagian dari perjalanan karier yang membedakannya dari sosok lain bernama sama yang pernah terkait perkara Ferdy Sambo.
Karena itu, informasi mengenai Kapolda Banten yang baru perlu dilihat berdasarkan identitas dan rekam jabatan yang tepat. Brigjen Hendra Kurniawan yang ditunjuk Kapolri Suyudi adalah perwira yang sebelumnya bertugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri, bukan mantan Karo Paminal Divpropam Polri yang terseret perkara Ferdy Sambo.