Memuat berita

Prabowo Tingkatkan Kesejahteraan Guru: Tunjangan Naik, Beasiswa Melonjak hingga 150.000 Kuota

17 Juni 2026
3

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Pertemuan tersebut membahas langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru nasional.

Dalam keterangan usai pertemuan, Abdul Mu’ti menyampaikan beberapa kebijakan penting yang telah disetujui Presiden Prabowo. Salah satu yang paling menonjol adalah kenaikan tunjangan profesi guru.

“Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan. Untuk guru non-ASN, tunjangannya dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Sementara guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok,” jelas Abdul Mu’ti.

Lebih lanjut, pemerintah menerapkan mekanisme penyaluran tunjangan yang lebih efisien. Mulai sekarang, tunjangan akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan. Menurut Abdul Mu’ti, kebijakan ini mencerminkan komitmen Presiden Prabowo untuk memangkas birokrasi yang berbelit dan memastikan guru menerima manfaat secara langsung tanpa perantara.

“Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis, agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan yang ke rekening guru setiap bulan,” ungkapnya.

Selain peningkatan kesejahteraan finansial, pemerintah juga gencar mendorong peningkatan kompetensi guru. Kuota program beasiswa bagi guru yang belum memiliki gelar D4 atau S1 diperluas secara signifikan, dari 12.500 orang pada 2025 menjadi 150.000 guru pada 2026.

Setiap guru penerima beasiswa akan mendapatkan dana Rp3 juta per semester. Program ini dijalankan melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memungkinkan pengalaman mengajar para guru dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS). Dengan skema ini, masa studi menjadi jauh lebih singkat dan fleksibel.

Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan target guru yang berkualifikasi sarjana di seluruh Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat dasar dan menengah.

Pertemuan di Istana Merdeka ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Dengan fokus pada kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pendidikan, diharapkan akan tercipta ekosistem belajar yang lebih baik bagi jutaan siswa Indonesia.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen besar Presiden untuk menghadirkan pendidikan yang lebih bermartabat dan guru yang lebih sejahtera.

Langkah ini pun mendapat perhatian publik, mengingat guru sering menjadi garda terdepan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dengan tunjangan yang lebih tinggi, penyaluran langsung, dan kesempatan pendidikan yang lebih luas, diharapkan motivasi dan profesionalisme guru nasional semakin meningkat di masa mendatang.

Tag

Memuat tag berita...