Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026). Penyambutan berlangsung dengan upacara kenegaraan yang meriah, diiringi pengawalan pasukan berkuda, penampilan tari tradisional, serta kehadiran para pelajar yang menyambut kedatangan pemimpin Mesir tersebut. Pertemuan kedua kepala negara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Mesir.
Iring-iringan kendaraan El-Sisi tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 10.35 WIB setelah melintasi kawasan Silang Monas dengan pengawalan pasukan berkuda dan pengawal bermotor. Setibanya di halaman Istana, El-Sisi disambut langsung oleh Prabowo. Kedua pemimpin berjabat tangan sebelum berjalan bersama menuju lokasi upacara penyambutan resmi.
Suasana penyambutan semakin semarak dengan penampilan tari Tandok dari Sumatera Utara. Sejumlah pelajar juga berbaris di kawasan Istana untuk menyambut kedatangan Presiden Mesir. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari penghormatan Indonesia kepada kepala negara sahabat yang melakukan kunjungan kenegaraan.
Upacara dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan Mesir dan Indonesia Raya. Setelah itu, Prabowo dan El-Sisi melakukan inspeksi pasukan kehormatan yang telah berbaris di halaman Istana Merdeka. Keduanya kemudian saling memperkenalkan anggota delegasi masing-masing negara sebelum melanjutkan agenda di dalam Istana.
Rangkaian penyambutan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu kenegaraan di Ruang Kredensial. Prosesi tersebut menandai dimulainya agenda resmi kedua pemimpin untuk membahas penguatan hubungan bilateral dan kerja sama di berbagai sektor.
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir sebelumnya menjelaskan bahwa pertemuan Prabowo dan El-Sisi akan diawali dengan pertemuan tête-à-tête atau pertemuan empat mata. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bilateral yang melibatkan delegasi kedua negara, sebelum kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
Kerja sama yang direncanakan mencakup sejumlah bidang, antara lain visa, statistik, dan perikanan. Pemerintah juga menyiapkan rencana aksi atau plan of action untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Mesir. Rincian pelaksanaan serta substansi masing-masing kesepakatan diharapkan dapat dijelaskan lebih lanjut setelah rangkaian pembahasan kedua kepala negara selesai.
Menurut Arrmanatha, kunjungan El-Sisi kali ini merupakan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Indonesia sejak 2015 sekaligus kunjungan balasan atas lawatan Prabowo ke Mesir pada 2024 dan 2025. Kunjungan tersebut diarahkan untuk mempererat hubungan kedua negara dan memperluas kerja sama strategis yang telah terjalin.
Kedatangan El-Sisi di Jakarta berlangsung pada Sabtu (10/10/2026). Pesawat kepresidenan Mesir mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 17.25 WIB. Ia disambut sejumlah pejabat Indonesia, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman serta Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir. Kedatangannya juga diwarnai upacara penyambutan, pasukan jajar kehormatan, dan pertunjukan budaya.
Kunjungan ini berlangsung setelah El-Sisi menyelesaikan rangkaian lawatan ke Korea Selatan dan Malaysia. Indonesia menjadi tujuan terakhir dalam agenda kunjungan Asianya sebelum ia dijadwalkan kembali ke Mesir pada Minggu sore.
Pertemuan Prabowo dan El-Sisi menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk menerjemahkan hubungan diplomatik menjadi kerja sama yang lebih konkret. Pembahasan mengenai visa, statistik, perikanan, dan rencana aksi strategis menunjukkan sejumlah bidang yang menjadi perhatian bersama. Namun, perkembangan dan hasil akhir pertemuan tetap perlu merujuk pada keterangan resmi setelah seluruh agenda bilateral rampung.
Melalui kunjungan kenegaraan tersebut, Indonesia dan Mesir berupaya menjaga hubungan baik sekaligus memperluas ruang kolaborasi di tengah dinamika internasional. Penandatanganan kesepakatan dan penyusunan rencana aksi diharapkan menjadi landasan bagi tindak lanjut kerja sama kedua negara dalam berbagai bidang pada masa mendatang.