Gangguan penerbangan akibat kabut asap karhutla masih terjadi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Kondisi tersebut berlangsung pada Minggu (11/10/2026). Asap tebal yang menyelimuti wilayah Sumatera Selatan berdampak langsung pada operasional bandara. Sejumlah penerbangan terpaksa mengalami penyesuaian jadwal. Jarak pandang di sekitar bandara hanya mencapai 500 meter. Keterbatasan jarak pandang tersebut menjadi penyebab utama gangguan. Pilot dan otoritas bandara harus mematuhi standar keselamatan penerbangan. Kondisi ini memaksa beberapa maskapai menunda keberangkatan dan kedatangan.
Sedikitnya empat penerbangan dari dan menuju Palembang mengalami penundaan. Penumpang yang dijadwalkan terbang pada hari tersebut terpaksa menunggu kepastian. Informasi penundaan disampaikan secara bertahap oleh pihak maskapai. Situasi di terminal bandara sempat padat oleh penumpang yang menunggu. Dalam sepekan terakhir, gangguan penerbangan akibat kabut asap di Palembang dilaporkan meningkat. Frekuensi penundaan dan pembatalan menjadi lebih sering dibandingkan pekan sebelumnya. Karhutla yang masih aktif di sejumlah wilayah Sumsel menjadi pemicu utama. Asap terus terbawa angin menuju kawasan bandara dan kota.
Kualitas udara di Kota Palembang juga masih berada pada level berbahaya. Indeks kualitas udara yang buruk tidak hanya mengganggu penerbangan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Warga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia menjadi perhatian khusus. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sebagai gerbang utama Sumatera Selatan terdampak signifikan. Operasional harian yang biasanya lancar terganggu oleh kondisi jarak pandang rendah. Otoritas bandara bekerja sama dengan maskapai untuk mengatur ulang jadwal. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.
Dengan jarak pandang hanya 500 meter, prosedur pendaratan dan lepas landas menjadi lebih ketat. Beberapa penerbangan memilih menunggu hingga kondisi membaik. Penumpang diimbau selalu mengecek status penerbangan melalui kanal resmi. Fleksibilitas jadwal diperlukan selama musim asap berlangsung. Empat penerbangan yang tertunda menjadi gambaran nyata dampak kabut asap. Baik penerbangan domestik maupun yang terkait rute lainnya mengalami kendala. Keterlambatan beruntun dapat mempengaruhi koneksi penerbangan di bandara lain. Koordinasi antar maskapai menjadi penting.
Peningkatan gangguan dalam sepekan terakhir menunjukkan situasi yang belum membaik. Karhutla di Sumatera Selatan masih belum sepenuhnya terkendali. Asap yang dihasilkan terus memengaruhi aktivitas transportasi udara. Upaya pemadaman di lapangan harus terus digencarkan. Kualitas udara berbahaya di Palembang menambah derita warga. Selain gangguan penerbangan, risiko kesehatan pernapasan meningkat. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas outdoor menjadi anjuran standar. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kualitas udara.
Kabut asap karhutla sudah menjadi persoalan berulang setiap musim kemarau. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II kerap menjadi salah satu titik terdampak. Penundaan penerbangan berulang menimbulkan kerugian ekonomi bagi penumpang dan maskapai. Solusi jangka panjang sangat dibutuhkan. Otoritas terkait terus melakukan pemantauan jarak pandang secara real time. Keputusan untuk menunda atau melanjutkan penerbangan diambil berdasarkan data akurat. Keselamatan penumpang dan kru tidak dapat dikompromikan. Prosedur standar internasional tetap dijalankan.
Penumpang yang terkena dampak penundaan diharapkan bersabar. Informasi terkini biasanya disampaikan melalui aplikasi maskapai atau pengumuman di bandara. Beberapa maskapai menyediakan opsi perubahan jadwal atau pengembalian dana. Pelayanan kepada penumpang tetap diupayakan optimal. Dengan kualitas udara yang masih berbahaya, ancaman gangguan penerbangan berpotensi berlanjut. Selama titik api belum padam, asap akan terus menjadi masalah. Koordinasi antara BNPB, pemerintah daerah, dan otoritas penerbangan sangat diperlukan. Penanganan karhutla harus dipercepat.