Memuat berita

Panglima Israel Klaim Hamas Kalah secara Militer, tapi Ancaman dan Operasi di Gaza Masih Berlanjut

18 September 2026
3

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menyampaikan penilaian bahwa Hamas telah mengalami kekalahan militer dan konfrontasi dengan kelompok tersebut pada dasarnya telah berakhir. Pernyataan itu disampaikan dalam pengarahan keamanan tertutup kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz pada awal September 2026, menurut laporan yang dikutip sejumlah media.

Penilaian Zamir muncul ketika para pejabat keamanan Israel membahas kondisi terbaru Hamas di Jalur Gaza. Dalam pertemuan tersebut, para pejabat intelijen memaparkan perkembangan kemampuan dan aktivitas kelompok tersebut setelah rangkaian operasi militer Israel selama beberapa tahun terakhir.

Menurut laporan tersebut, Zamir menilai Hamas telah kehilangan sebagian besar kapasitas militernya. Ia juga menyebut kemampuan kelompok tersebut untuk merespons sejumlah operasi militer Israel belakangan ini telah menurun secara signifikan.

Meski demikian, penilaian tersebut tidak berarti ancaman Hamas dinyatakan hilang sepenuhnya. Dalam pengarahan yang sama, seorang pejabat intelijen Israel memperingatkan bahwa Hamas masih berupaya mengembalikan pengaruhnya dan membangun kembali kendali di sejumlah wilayah Gaza. Pejabat tersebut tetap menilai Hamas sebagai ancaman keamanan.

Perbedaan penilaian itu menjadi salah satu poin penting dalam pengarahan tersebut. Zamir disebut menilai laporan intelijen lebih banyak menggambarkan niat Hamas untuk bangkit kembali dibandingkan kemampuan aktualnya di lapangan. Dari sudut pandang Zamir, kapasitas militer Hamas saat ini sudah jauh melemah dibandingkan sebelum perang.

Meski menyatakan konfrontasi pada dasarnya telah berakhir, Zamir juga mengakui bahwa militer Israel masih melakukan operasi terhadap Hamas. Infrastruktur kelompok tersebut, gudang senjata, serta sejumlah pemimpin Hamas masih menjadi sasaran operasi Israel.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas militer belum sepenuhnya berhenti. Pada 11 September, misalnya, militer Israel mengatakan telah menewaskan seorang komandan senior Hamas dalam serangan udara di Gaza. Reuters melaporkan operasi tersebut berlangsung ketika upaya mempertahankan gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat masih menghadapi berbagai persoalan.

Serangan juga berlanjut pada pertengahan September. Reuters melaporkan sedikitnya lima warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan Israel di Gaza pada 15 September, termasuk dua anak dan seorang komandan Hamas. Militer Israel membenarkan salah satu serangan dengan menyebut targetnya sebagai seorang komandan Hamas di Brigade Rafah.

Fakta tersebut membuat istilah “konfrontasi telah berakhir” perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat. Pernyataan Zamir merupakan penilaian militer mengenai kondisi kemampuan Hamas, bukan pengumuman bahwa seluruh operasi militer atau seluruh ancaman keamanan di Gaza telah berhenti. Hingga pertengahan September, operasi Israel dan insiden kekerasan masih dilaporkan terjadi.

Militer Israel sendiri sebelumnya telah menggunakan istilah “Hamas telah dikalahkan secara militer”. Dalam pernyataan resmi pada Februari 2026, Zamir mengatakan seluruh batalion garis depan Hamas telah dibubarkan dan kelompok tersebut mengalami kekalahan militer. Namun pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa Israel masih mengejar tujuan demiliterisasi Gaza dan pelucutan senjata Hamas.

Sejumlah analisis independen juga menggambarkan kemampuan militer Hamas telah mengalami kerusakan besar, tetapi kesimpulan mengenai apakah kelompok tersebut benar-benar kehilangan kemampuan untuk melakukan perlawanan tetap bergantung pada definisi dan indikator yang digunakan. Kajian Institute for National Security Studies, misalnya, menilai Hamas telah kehilangan sebagian besar kekuatannya dan kemampuan militernya jauh berkurang, tetapi masih menyisakan kapasitas dalam bentuk aksi sporadis dan pola perang gerilya.

Perdebatan tersebut penting karena kekalahan militer sebuah kelompok bersenjata tidak selalu berarti organisasi tersebut otomatis hilang. Kemampuan untuk merekrut anggota, mempertahankan jaringan bawah tanah, memperoleh senjata, mengendalikan wilayah tertentu, atau membangun kembali pengaruh politik dan sosial merupakan faktor berbeda yang dapat menentukan apakah sebuah kelompok masih menjadi ancaman.

Dalam kasus Gaza, persoalan itu menjadi semakin kompleks karena pertempuran telah berlangsung lama dan meninggalkan kerusakan infrastruktur yang sangat besar. Reuters melaporkan pada September bahwa bangunan-bangunan yang rusak akibat perang masih menimbulkan risiko bagi warga, sementara proses rekonstruksi menghadapi berbagai hambatan.

Pernyataan Zamir karena itu lebih tepat dibaca sebagai gambaran mengenai perubahan keseimbangan kemampuan militer Hamas, bukan sebagai penanda sederhana bahwa konflik Israel-Hamas telah selesai. Bahkan ketika kemampuan tempur Hamas dinilai telah melemah drastis, Israel masih menyatakan perlu melanjutkan tindakan terhadap sisa infrastruktur dan jaringan kelompok tersebut.

Di sisi lain, perkembangan tersebut juga memperlihatkan adanya perbedaan antara penilaian mengenai kemampuan dan niat Hamas. Militer Israel menilai kapasitas kelompok itu telah sangat berkurang, sementara pejabat intelijen yang hadir dalam pengarahan tetap mengingatkan bahwa Hamas berusaha membangun kembali pengaruh dan kontrolnya.

Dengan demikian, pernyataan Eyal Zamir menjadi gambaran penting mengenai bagaimana kepemimpinan militer Israel melihat kondisi Hamas setelah serangkaian operasi panjang di Gaza. Namun, perkembangan di lapangan menunjukkan bahwa persoalan keamanan belum sepenuhnya selesai. Serangan masih berlangsung, target-target Hamas masih diburu, dan pertanyaan tentang kemampuan kelompok tersebut untuk bangkit kembali tetap menjadi bagian dari perhitungan keamanan Israel.

Pada akhirnya, klaim bahwa Hamas telah “kalah secara militer” merupakan penilaian dari pimpinan militer Israel. Seberapa jauh kekalahan tersebut benar-benar mengubah kemampuan Hamas dalam jangka panjang masih akan ditentukan oleh perkembangan di Gaza, kemampuan kelompok itu mempertahankan organisasinya, serta arah politik dan keamanan setelah konflik memasuki fase berikutnya.

Tag

Memuat tag berita...