Timnas Indonesia menciptakan malam penuh drama di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Skuad Garuda menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2 sekaligus memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati persaingan ketat dengan Malaysia.
Sosok yang paling mencuri perhatian dalam pesta gol tersebut adalah Mitchell Lee Baker. Penyerang berusia 19 tahun itu mencetak lima gol sekaligus, sebuah catatan luar biasa yang menjadikannya pemain Indonesia pertama yang membukukan quintrick atau lima gol dalam satu pertandingan di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. FIFA mencatat Baker mencetak gol pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7. (FIFA)
Baker langsung menunjukkan ketajamannya sejak pertandingan dimulai. Pada menit ke-11, ia membuka keunggulan Indonesia setelah menyelesaikan umpan tarik Ole Romeny dari sisi kanan dengan tembakan first-time yang mengarah ke sudut bawah gawang Bangladesh.
Sembilan menit berselang, Baker kembali mencatatkan namanya di papan skor. Dalam situasi kemelut di depan gawang, penyerang muda tersebut mampu memanfaatkan peluang meski berada dalam posisi membelakangi gawang.
Indonesia kemudian memperbesar keunggulan melalui Rizky Ridho pada menit ke-32. Bangladesh sempat memperkecil ketertinggalan empat menit kemudian lewat Shahriar Emon, tetapi respons Indonesia berlangsung cepat.
Baker kembali mencetak gol pada menit ke-37 untuk melengkapi hat-trick. Hanya berselang lima menit, ia mencetak gol keempat melalui sundulan, membuat Indonesia semakin jauh meninggalkan Bangladesh.
Justin Hubner kemudian menutup pesta gol Indonesia pada babak pertama melalui gol pada menit 45+1. Garuda memasuki jeda dengan keunggulan telak 6-1. (FIFA)
Memasuki babak kedua, Indonesia masih menguasai jalannya pertandingan. Namun, Bangladesh mampu bertahan lebih baik dan beberapa kali kiper mereka melakukan penyelamatan penting untuk mencegah skor semakin besar.
Drama justru terjadi pada menit-menit terakhir. Luke Vickery mencetak gol Indonesia pada menit ke-90 untuk mengubah skor menjadi 7-1. Bangladesh kemudian membalas melalui Farhaan Ali Wahid pada menit 90+1.
Saat itu, pertandingan Indonesia dan Malaysia berlangsung dalam situasi yang sangat menentukan. Malaysia berhasil menang 6-0 atas Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Hasil tersebut membuat Malaysia dan Indonesia sama-sama mengoleksi tujuh poin dengan selisih gol yang identik, sehingga jumlah gol menjadi pembeda. (FIFA)
Indonesia kemudian memasuki masa tambahan waktu dengan kebutuhan mencetak gol tambahan. Kevin Diks mencetak gol pada menit 90+6, sebelum Baker melengkapi malam luar biasanya dengan gol kelima pada menit 90+7.
Gol tersebut bukan sekadar penutup kemenangan 9-2. Gol Baker memastikan Indonesia mencatatkan produktivitas 11 gol sepanjang fase grup, unggul atas Malaysia yang mengoleksi sembilan gol. Dengan tujuh poin dan produktivitas gol lebih tinggi, Indonesia finis di posisi teratas Grup A dan berhak melaju ke final. (FIFA)
Selain lima gol Baker, Indonesia mendapatkan kontribusi dari Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks. Sementara dua gol Bangladesh dicetak Shahriar Emon dan Farhaan Ali Wahid. (FIFA)
Catatan lima gol Baker menjadi salah satu sorotan terbesar dalam kemenangan tersebut. Namun, ia belum memegang rekor jumlah gol terbanyak seorang pemain Indonesia dalam satu pertandingan bersama tim nasional.
Rekor tersebut tercatat atas nama legenda sepak bola Indonesia, Soetjipto Soentoro. Sang penyerang legendaris pernah mencetak delapan gol dalam satu pertandingan untuk Indonesia, sebuah catatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan torehan Baker. (Wikipedia)
Meski demikian, capaian Baker tetap menjadi bagian penting dari malam bersejarah Indonesia. Penyerang muda tersebut tidak hanya mencetak lima gol, tetapi juga menjadi penentu ketika Garuda membutuhkan tambahan gol pada detik-detik terakhir untuk memastikan posisi teratas Grup A.
Kemenangan 9-2 atas Bangladesh sekaligus memperlihatkan betapa ketatnya persaingan menuju final. Malaysia sebenarnya juga tampil sangat produktif dengan menghancurkan Singapura 6-0. Bahkan, Malaysia sempat berada dalam posisi menguntungkan karena mampu mencetak enam gol lebih dulu. Namun, dua gol Indonesia pada masa tambahan waktu mengubah perhitungan akhir dan memastikan tiket final menjadi milik Garuda. (FIFA)
Bagi Indonesia, keberhasilan tersebut menjadi penutup fase grup dengan cara yang spektakuler. Garuda mengakhiri Grup A dengan tujuh poin dan produktivitas 11 gol, sekaligus menjaga peluang untuk menjadi juara pada edisi perdana FIFA ASEAN Cup.
Selanjutnya, Indonesia akan menghadapi pemenang Grup B pada partai final yang dijadwalkan berlangsung Senin. Dengan performa ofensif yang ditunjukkan saat menghadapi Bangladesh dan munculnya Baker sebagai pencetak lima gol, perhatian publik kini tertuju pada laga penentuan gelar tersebut. (FIFA)
Kalau Anda ingin, artikel ini juga bisa dibuat dalam versi lebih dramatis dan viral ala headline portal olahraga, dengan fokus utama pada “5 gol Mitchell Baker dalam 90 menit” dan drama dua gol Indonesia di injury time.