JakartaFajar Novariohttps://logohutri.istanapresiden.go.id
Total partisipasi masyarakat mencapai 68.569 suara44,73%
Fajar Novario, yang merupakan desainer dari Aman Design Biro Padang, mengusung konsep yang mengeksplorasi keragaman tradisional dari berbagai daerah nusantara. Menurut Juri, logo ini berhasil merepresentasikan semangat persatuan dalam keberagaman sebagai kekuatan bangsa Indonesia. Logo ini mengeksplorasi keragaman tradisional dari berbagai daerah nusantara. Elemen-elemen visual yang dihadirkan (mungkin motif batik, tenun, ukiran, atau simbol budaya lainnya) tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung dan membentuk kesatuan. Hal ini merepresentasikan filosofi Bhinneka Tunggal Ika — berbeda-beda tetapi tetap satu. Keragaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan bangsa.
Menurut penjelasan Wamensesneg Juri Ardiantoro, logo ini mengandung pesan bahwa “keragaman menjadi fondasi kedaulatan rakyat”. Desain yang tegas dan kuat melambangkan kekokohan semangat nasionalisme serta tekad kolektif rakyat Indonesia untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil, dan makmur. Garis-garis tegas pada logo mencerminkan keteguhan sikap dan determinasi bangsa dalam menghadapi tantangan zaman. Lebih lanjut lagi, menurutnya desain Fajar Novario kemungkinan besar menggabungkan elemen tradisional (seperti motif etnis) dengan pendekatan desain kontemporer yang clean dan modern. Filosofi ini mencerminkan visi Indonesia di usia ke-81: menghargai akar budaya leluhur sambil tetap maju dan beradaptasi dengan era kekinian.
Selain Fajar Novario, Istana juga mengapresiasi empat desainer lainnya yang masuk dalam lima besar, yaitu David Wirawan, Kanda Putra Rizkiawan, Tiffany Johan, serta satu desainer lainnya. Kelima karya tersebut dinilai berhasil menerjemahkan tema HUT ke-81 RI dengan interpretasi visual dan filosofi yang baik.
Logo karya Fajar Novario akan menjadi identitas resmi seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.


