Semarang – Di tengah krisis sampah yang masih menjadi tantangan besar Indonesia, lima siswa SMA asal Jakarta membuktikan bahwa aksi nyata pemuda mampu menciptakan perubahan. Christopher Dylan Suruadji, Naren Louis, Dohyoon Noh, Coby Pradhana, dan Ezra Ginesky mendirikan komunitas Green Soldier setelah menyaksikan langsung kondisi TPA Jatibarang di Semarang.
Kunjungan tersebut menjadi titik balik. Melihat tumpukan sampah dan kehidupan para pemulung yang bergantung pada limbah, kelima remaja ini tergerak untuk bertindak. Mereka mengembangkan berbagai solusi berbasis ekonomi sirkular dengan mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai guna tinggi.
Berkat kolaborasi dengan sebuah pabrik daur ulang di Semarang, Green Soldier berhasil mengubah limbah plastik menjadi 50 meja, 50 bangku, dan 350 eco paving. Seluruh produk ramah lingkungan ini telah disalurkan ke SDN Karangrejo 01 sebagai sekolah percontohan. Fasilitas baru ini tidak hanya mempercantik lingkungan belajar, tetapi juga menjadi simbol konkret edukasi lingkungan bagi siswa-siswi sekolah tersebut.
Selain daur ulang plastik, Green Soldier juga mengembangkan sistem pengelolaan limbah organik yang terintegrasi. Mereka menerapkan budidaya maggot (larva lalat hitam), pembuatan kompos, hingga sistem perikanan sebagai bagian dari program edukasi lingkungan yang berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus menjadi media pembelajaran bagi masyarakat sekitar.
“Kunjungan ke TPA Jatibarang benar-benar membuka mata kami. Kami melihat sampah bukan sebagai masalah akhir, melainkan sumber daya yang bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar salah satu pendiri Green Soldier.
Inisiatif kelima siswa ini mendapat apresiasi karena mampu menggabungkan semangat lingkungan, inovasi, dan edukasi dalam satu gerakan. Green Soldier tidak hanya berhenti pada produksi barang, tetapi juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada siswa sekolah serta komunitas lokal tentang pentingnya pengelolaan sampah dari hulu.
Keberhasilan proyek percontohan di SDN Karangrejo 01 diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi di sekolah-sekolah lain, baik di Semarang maupun Jakarta. Gerakan ini sekaligus menunjukkan peran penting generasi muda dalam mendukung target pengurangan sampah nasional dan mewujudkan ekonomi sirkular di Indonesia.