Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Imin membagikan pengalamannya menggunakan mobil dinas MV3 Garuda Limousine atau Maung Garuda produksi PT Pindad. Kendaraan buatan dalam negeri tersebut dinilai memiliki fungsi penting untuk menunjang mobilitas pejabat negara, sekaligus menjadi simbol upaya memperkuat industri otomotif nasional.
Penggunaan Maung Garuda oleh Gus Imin menjadi bagian dari pemanfaatan produk buatan Indonesia untuk mendukung aktivitas pemerintahan. Mobil tersebut dirancang dengan memperhatikan kenyamanan, ketangguhan, dan fungsionalitas, sehingga dapat menunjang perjalanan dinas dengan kebutuhan mobilitas yang beragam.
Gus Imin sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya mulai menggunakan kendaraan tersebut untuk bertugas pada Senin (5/10/2026). Ia menyambut positif penggunaan mobil produksi PT Pindad dan menilai langkah itu sejalan dengan dorongan agar produk nasional mendapat kepercayaan lebih besar di negeri sendiri.
Menurut Gus Imin, penggunaan kendaraan buatan dalam negeri tidak seharusnya berhenti pada pemenuhan kebutuhan kendaraan dinas pemerintah. Langkah tersebut juga perlu menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri nasional yang melibatkan lebih banyak pelaku usaha lokal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kreatif.
Ia menyoroti potensi keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri otomotif. Pengembangan kendaraan nasional dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berkontribusi melalui penyediaan komponen, material, perlengkapan pendukung, maupun jasa yang berkaitan dengan produksi dan operasional kendaraan.
Keterlibatan tersebut berpotensi memperluas manfaat ekonomi dari pengembangan industri otomotif. Ketika rantai pasok melibatkan lebih banyak perusahaan dalam negeri, peluang usaha tidak hanya dinikmati oleh produsen utama, tetapi juga dapat menjangkau pemasok komponen, bengkel, penyedia jasa, dan pelaku usaha pendukung lainnya.
Selain UMKM, industri kreatif juga dinilai memiliki ruang untuk berkembang seiring meningkatnya penggunaan produk otomotif nasional. Sektor ini dapat berkontribusi melalui desain, pengembangan identitas produk, komunikasi merek, hingga berbagai layanan kreatif yang mendukung pemasaran dan pengenalan produk buatan Indonesia.
Bagi Gus Imin, semangat menggunakan produk nasional perlu berjalan beriringan dengan upaya memperkuat kemampuan industri dalam negeri. Kepercayaan terhadap produk lokal dapat menjadi dorongan bagi produsen untuk terus meningkatkan kualitas, memperluas kapasitas produksi, dan mengembangkan teknologi sesuai kebutuhan pasar.
Maung Garuda sendiri merupakan salah satu pengembangan kendaraan PT Pindad yang mendapat perhatian publik setelah digunakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam pelantikan pada Oktober 2024. Kendaraan ini kemudian mulai digunakan oleh sejumlah pejabat tinggi negara sebagai mobil dinas pada Oktober 2026.
Penggunaan kendaraan tersebut oleh pejabat negara juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan produk otomotif nasional. Namun, keberlanjutan industri tidak hanya ditentukan oleh penggunaannya sebagai kendaraan dinas, melainkan juga oleh kemampuan produsen menjaga mutu, memenuhi kebutuhan pengguna, serta membangun rantai pasok yang kuat dan berdaya saing.
Dalam konteks itu, peluang bagi UMKM dan industri kreatif menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Pelaku usaha lokal membutuhkan kesempatan untuk terlibat dalam proses produksi dan distribusi, sekaligus dukungan agar mampu memenuhi standar kualitas, ketepatan waktu, dan persyaratan teknis yang ditetapkan industri otomotif.
Pengembangan rantai pasok lokal juga dapat mendorong peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan memperkuat keterkaitan antarpelaku industri. Jika dijalankan secara berkelanjutan, langkah tersebut berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih luas dibandingkan sekadar penggunaan kendaraan produksi dalam negeri.
Meski demikian, besarnya manfaat ekonomi yang dihasilkan akan bergantung pada tingkat keterlibatan pemasok lokal, kemampuan produksi, serta konsistensi pengembangan industri. Karena itu, dorongan terhadap produk nasional perlu disertai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing agar industri otomotif Indonesia mampu berkembang dalam jangka panjang.
Pengalaman Gus Imin menggunakan Maung Garuda pun menempatkan kendaraan tersebut bukan hanya sebagai fasilitas penunjang pekerjaan, tetapi juga sebagai bagian dari pembicaraan yang lebih luas mengenai kemandirian industri nasional. Pemanfaatan produk dalam negeri diharapkan dapat memperkuat kepercayaan terhadap kemampuan manufaktur Indonesia sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh.
Pada akhirnya, pengembangan industri otomotif nasional membutuhkan kerja sama antara pemerintah, produsen, pemasok, UMKM, dan sektor kreatif. Penggunaan Maung Garuda oleh pejabat negara dapat menjadi salah satu pemicu permintaan terhadap produk lokal, sementara keberhasilan jangka panjangnya akan ditentukan oleh kualitas produk, inovasi, dan seberapa luas manfaat ekonomi yang dirasakan oleh industri dalam negeri.