Memuat berita

Bukan di DPR atau Istana, Ini Alasan Mahasiswa Pilih Bundaran HI sebagai Lokasi Aksi 12 Juni

13 Juni 2026
7

Jakarta – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026). Berbeda dari aksi-aksi sebelumnya yang kerap dipusatkan di depan Gedung DPR/MPR RI atau Istana Kepresidenan, kali ini mahasiswa memilih salah satu ikon ibu kota sebagai titik utama penyampaian aspirasi.

Keputusan tersebut sempat memunculkan pertanyaan publik. Mengapa mahasiswa tidak menggelar aksi langsung di pusat pemerintahan atau lembaga legislatif seperti yang lazim dilakukan dalam demonstrasi besar?

Perwakilan mahasiswa menjelaskan bahwa pemilihan Bundaran HI bukan tanpa pertimbangan. Lokasi tersebut dinilai memiliki makna simbolis yang kuat sebagai ruang publik yang merepresentasikan masyarakat luas, sekaligus menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial Jakarta.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Yatalathof Ma'shum Imawan, menyampaikan bahwa Bundaran HI dipilih karena mahasiswa tak lagi percaya dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintahan.

‘‘Kita sudah tidak percaya lagi untuk demo di DPR atau istana kepresidenan. Buktinya sekarang, kenapa kita membawa tuntutan malah dipaksa demo di DPR. Sejak kapan DPR minta didemo?” ujar ketua BEM UI.

Ia juga menambahkan bahwa Bundaran HI dipilih karena dekat dengan ruang publik. Kawasan Bundaran HI dikenal sebagai salah satu titik strategis di Jakarta. Mahasiswa menilai lokasi tersebut memungkinkan pesan-pesan yang mereka sampaikan akan diterima lebih luas oleh masyarakat. Mereka berharap, demonstrasi tidak hanya menjadi komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah, tetapi juga menjadi sarana edukasi politik mengenai berbagai persoalan yang sedang berkembang.

Dalam aksi di Bundaran HI tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama yang dianggap mewakili keresahan masyarakat saat ini. Tuntutan tersebut meliputi penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian praktik militerisme di ranah sipil, desakan agar pemerintah mengakui dan mengevaluasi kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, serta penyetopan pemborosan APBN.

Meski telah menetapkan Bundaran HI sebagai lokasi utama aksi, pelaksanaan demonstrasi sempat diwarnai dinamika di lapangan. Sejumlah mahasiswa mengaku mengalami pengalihan jalur saat bergerak menuju lokasi yang telah ditentukan. Massa yang melakukan long march dari kawasan Semanggi sempat tertahan dan diarahkan menuju kawasan Gedung DPR/MPR RI.

Tag

Memuat tag berita...