Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan keseriusan pemerintah menyelesaikan masalah pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) yang menyebabkan pemadaman listrik bergilir di berbagai wilayah beberapa pekan terakhir.
Untuk menangani isu krusial ini, Bahlil langsung menggelar rapat koordinasi tingkat tinggi yang melibatkan sejumlah pimpinan lembaga negara. Rapat tersebut digelar sehari sebelum ia berbicara dalam Energy Forum di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
“Kemarin saya rapat sama Jaksa Agung, Kepala BIN, DPR, pimpinan DPR Pak Dasco, saya, Mensesneg, Seskab,” ungkap Bahlil.
Pelibatan Jaksa Agung dan Kepala BIN menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya melihat masalah ini dari sisi teknis pasokan, tetapi juga dari aspek penegakan hukum dan keamanan. Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir segala bentuk praktik yang merugikan pasokan energi nasional.
Pemadaman listrik bergilir belakangan ini telah menuai banyak keluhan masyarakat. Aktivitas ekonomi, industri, hingga kehidupan sehari-hari terganggu akibat ketidakstabilan pasokan listrik yang masih sangat bergantung pada batu bara.
Kementerian ESDM bersama PLN saat ini terus bekerja keras memulihkan pasokan. Beberapa langkah yang sedang dijalankan meliputi Pertama, evaluasi ulang kontrak pasokan batu bara, pengawasan ketat terhadap perusahaan tambang, dan percepatan diversifikasi sumber energi untuk mengurangi ketergantungan berlebih pada batu bara
Bahlil menjamin pemerintah akan terus memantau situasi secara ketat dan mengambil langkah tegas agar permasalahan serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia juga berharap kepercayaan masyarakat terhadap keandalan listrik nasional dapat segera pulih.
Kasus ini menjadi pengingat penting akan kerentanan sistem energi Indonesia dan urgensi mempercepat transisi energi yang lebih berkelanjutan.