Memuat berita

Tanpa Tenda dan Kursi VIP, Pejabat Kulon Progo Berdiri Bersama Peserta Upacara HUT ke-81 RI

18 Agustus 2026
6

KULON PROGO — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berlangsung dengan suasana berbeda. Para pejabat dan tamu undangan tidak mendapatkan fasilitas tenda maupun kursi khusus, sehingga mereka mengikuti upacara dengan berdiri bersama peserta lainnya di bawah terik matahari. Upacara yang digelar di Alun-alun Wates, Senin (17/8/2026), tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat. Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menjadi salah satu pejabat yang turut berdiri selama prosesi upacara berlangsung.

Tidak adanya fasilitas khusus bagi pejabat menjadi bagian dari konsep yang sengaja diterapkan dalam peringatan kemerdekaan tahun ini. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo ingin menghadirkan suasana yang lebih egaliter, sehingga seluruh peserta dapat merasakan kondisi yang sama selama mengikuti upacara. Agung mengatakan konsep tersebut berangkat dari keinginan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetaraan di antara seluruh peserta.

“Motivasinya adalah untuk kita semua merasakan satu hal yang sama, jiwa kita tersambung dalam sebuah kebersamaan, dan tidak ada sekat antara satu peserta dengan seluruh peserta upacara yang lainnya,” ujar Agung.

Selama ini, dalam pelaksanaan upacara kenegaraan, tamu undangan atau pejabat biasanya memiliki area khusus yang dilengkapi kursi dan terkadang berada di bawah tenda untuk melindungi dari panas maupun hujan. Namun, konsep tersebut tidak diterapkan dalam upacara HUT ke-81 RI di Kulon Progo. Pejabat, tamu undangan, maupun peserta upacara berdiri di area masing-masing dan merasakan langsung kondisi cuaca selama upacara berlangsung.

Agung menilai pengalaman tersebut penting untuk membangun rasa kebersamaan. Terlebih, peserta upacara yang berasal dari kalangan pelajar selama ini sering kali harus berdiri cukup lama di bawah sinar matahari ketika mengikuti upacara. Menurutnya, tidak seharusnya terdapat kesenjangan pengalaman antara peserta upacara dengan tamu VIP dalam sebuah momentum yang membawa semangat persatuan dan kemerdekaan.

Konsep tersebut juga menjadi simbol bahwa peringatan kemerdekaan merupakan momentum yang dapat menyatukan seluruh lapisan masyarakat. Tidak ada sekat antara pejabat, pelajar, organisasi masyarakat, maupun peserta lainnya. Semua berdiri dan mengikuti jalannya upacara dalam suasana yang relatif sama. Bagi pemerintah daerah, kebersamaan tersebut bukan sekadar perubahan teknis dalam penyelenggaraan upacara. Ada pesan yang ingin disampaikan, yakni bahwa semangat kemerdekaan harus mampu menghadirkan rasa kesetaraan di tengah masyarakat. Meski demikian, panitia tetap memperhatikan kebutuhan peserta yang membutuhkan perlakuan khusus.

Walaupun sebagian besar peserta dan tamu undangan mengikuti upacara dengan berdiri, panitia tetap menyediakan kursi bagi para veteran serta tamu yang memang membutuhkan tempat duduk. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa konsep kesetaraan tetap disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta. Para veteran yang telah berjasa dalam perjalanan bangsa mendapatkan fasilitas khusus sebagai bentuk penghormatan. Begitu pula tamu undangan yang memiliki kondisi tertentu dan membutuhkan tempat duduk tetap dapat menggunakan fasilitas yang telah disediakan panitia.

Upacara HUT ke-81 RI di Kulon Progo pun menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Berdirinya pejabat bersama peserta di bawah sinar matahari menjadi simbol sederhana tentang kebersamaan, kesetaraan, dan upaya menghilangkan sekat antara pemimpin dengan masyarakat. Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi juga tercermin dalam kehidupan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat sehari-hari.

Tag

Memuat tag berita...