Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melontarkan candaan yang mengundang perhatian saat hendak menyampaikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke-68 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad), Selasa (13/10/2026). Di hadapan para dosen dan mahasiswa, SBY menyinggung kondisi kesehatannya yang sedang batuk sekaligus menyelipkan humor mengenai Presiden Prabowo Subianto dan kondisi pasar keuangan Indonesia.
SBY mengawali momen tersebut dengan meminta pengertian hadirin karena dirinya datang dalam kondisi batuk-batuk. Ia kemudian berseloroh bahwa kondisi itu tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Kini, ia menyebut dirinya telah beralih profesi menjadi seorang seniman.
Candaan SBY semakin menarik ketika ia membandingkan kondisinya dengan Presiden Prabowo Subianto. Dengan nada jenaka, ia mengatakan bahwa masyarakat justru perlu berhati-hati apabila Prabowo yang mengalami batuk keras.
Menurut SBY, jika dirinya yang batuk, dampaknya tidak akan terlalu menjadi persoalan. Namun, apabila Prabowo yang batuk terlalu keras, ia bergurau bahwa nilai tukar rupiah hingga harga saham bisa ikut anjlok.
Gurauan tersebut menyentuh hubungan antara situasi politik, persepsi publik, dan respons pasar keuangan. Dalam praktiknya, pergerakan rupiah dan saham dipengaruhi oleh beragam faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, kebijakan pemerintah, keputusan bank sentral, hingga sentimen investor. Karena itu, pernyataan SBY tersebut disampaikan dalam konteks humor, bukan sebagai penjelasan teknis mengenai penyebab pergerakan pasar.
Di tengah candaan itu, SBY juga mengajak para hadirin untuk mendoakan kesehatan Prabowo. Ucapan tersebut menjadi bagian dari pembukaan orasinya sebelum ia melanjutkan agenda utama di lingkungan kampus Unpad.
Setelah menyampaikan candaan, SBY mengungkapkan kegembiraannya dapat kembali berada di lingkungan akademik. Ia mengaku senang memperoleh kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pemikiran dengan para dosen serta mahasiswa dalam momentum peringatan Dies Natalis ke-68 FISIP Unpad.
Kehadiran SBY dalam kegiatan akademik tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman yang dimilikinya kepada sivitas akademika. Sebagai mantan kepala negara, pengalaman SBY dalam pemerintahan dan kehidupan politik nasional menjadi bagian dari perspektif yang dapat dibagikan dalam forum pendidikan tinggi.
Momen tersebut memperlihatkan sisi santai SBY ketika berinteraksi dengan kalangan akademisi. Meski hadir untuk menyampaikan orasi ilmiah, ia membuka acara dengan humor yang menyinggung dirinya sendiri, Presiden Prabowo, serta dinamika ekonomi nasional.
Setelah suasana mencair, SBY melanjutkan orasi ilmiahnya sesuai agenda. Candaan mengenai batuk Prabowo dan kemungkinan dampaknya terhadap rupiah serta saham pun menjadi salah satu momen yang menonjol dalam kehadirannya pada peringatan Dies Natalis ke-68 FISIP Universitas Padjadjaran.