Memuat berita

Mobil Terbakar Diserang di Sheikh Radwan Gaza, Satu Tewas dan Sejumlah Warga Terluka

22 September 2026
4

Sebuah kendaraan menjadi sasaran serangan udara Israel di kawasan Sheikh Radwan, Gaza City, pada Sabtu (19/9/2026). Serangan tersebut menyebabkan kendaraan terbakar dan menewaskan sedikitnya satu orang, sementara sejumlah warga lainnya dilaporkan mengalami luka, termasuk dua anak.

Badan pertahanan sipil Gaza yang dikutip Al Jazeera menyebut sebuah drone Israel menyerang kendaraan di sekitar kawasan pasar Sheikh Radwan. Sedikitnya empat orang terluka dalam insiden tersebut, di antaranya dua anak. Salah satu korban yang berada di dalam kendaraan mengalami luka bakar sangat parah dan kemudian meninggal dunia.

Kobaran api dilaporkan cukup besar sehingga kendaraan terbakar dalam waktu lama sebelum petugas pertahanan sipil berhasil memadamkannya. Salah satu korban yang ditemukan di dalam kendaraan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa dalam kondisi mengalami luka bakar berat.

Rekaman dan foto dari lokasi memperlihatkan sisa kendaraan yang hangus setelah serangan. Warga serta petugas penyelamat terlihat berada di sekitar lokasi untuk menangani korban dan mengamankan area yang terdampak.

Militer Israel kemudian memberikan keterangan mengenai serangan tersebut. Menurut laporan Reuters, militer Israel menyatakan telah menargetkan sejumlah militan, termasuk seorang anggota Hamas di kawasan Sheikh Radwan. Namun, pihak militer tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai operasi tersebut.

Keterangan itu menjadi bagian penting dalam memahami peristiwa tersebut karena informasi awal mengenai korban dan sasaran serangan berasal dari sumber-sumber di Gaza, sementara Israel memberikan penjelasan dari sudut pandang militernya. Hingga kini, identitas seluruh korban dan rincian lengkap mengenai sasaran serangan belum diumumkan secara independen.

Sheikh Radwan merupakan salah satu kawasan di Gaza City yang beberapa kali terdampak operasi militer selama konflik. Serangan terhadap kendaraan di kawasan tersebut terjadi ketika aktivitas militer Israel di Jalur Gaza masih berlangsung meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat sejak Oktober 2025.

Dalam beberapa hari terakhir, serangan juga dilaporkan terjadi di berbagai titik lain di Gaza. Pada periode yang sama, militer Israel mengonfirmasi sejumlah operasi yang mereka sebut menargetkan anggota atau infrastruktur Hamas, sementara otoritas kesehatan Gaza melaporkan jatuhnya korban dalam serangkaian serangan.

Pada Selasa (15/9), misalnya, dua orang termasuk seorang anak dilaporkan tewas dalam serangan di kawasan Sheikh Radwan dan tujuh lainnya terluka. Militer Israel ketika itu menyatakan salah satu operasi menargetkan komandan Hamas. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kawasan Gaza City bagian utara masih menjadi lokasi berlangsungnya operasi militer.

Serangan terbaru di Sheikh Radwan juga berlangsung hanya beberapa hari setelah serangkaian serangan lain di Gaza yang menewaskan sejumlah warga Palestina. Pada 19 September, Reuters melaporkan sedikitnya tiga warga Palestina tewas dalam serangan Israel di berbagai wilayah Gaza, termasuk seorang putra pejabat kesehatan Gaza dan seorang pria di kawasan Sheikh Radwan.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa penghentian permusuhan secara formal belum sepenuhnya menghentikan kekerasan di lapangan. Reuters mencatat bahwa sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025, lebih dari 1.300 warga Palestina telah dilaporkan tewas dalam kekerasan yang terus terjadi di Gaza, sementara empat tentara Israel juga dilaporkan tewas dalam periode yang sama. Angka tersebut berasal dari sumber-sumber yang berbeda dan tetap dipengaruhi kondisi pelaporan di wilayah konflik.

Situasi di Gaza juga diperburuk oleh kondisi kemanusiaan yang belum pulih. Banyak bangunan yang rusak selama perang masih digunakan sebagai tempat tinggal karena keterbatasan hunian yang aman. Associated Press melaporkan sebuah bangunan yang sebelumnya rusak akibat serangan Israel runtuh pada 16 September dan menewaskan sedikitnya 21 orang, termasuk 11 anak-anak.

Kondisi tersebut membuat setiap serangan baru menimbulkan risiko tambahan bagi warga sipil yang hidup di tengah infrastruktur yang telah rusak berat. Keterbatasan fasilitas kesehatan, tempat tinggal, bahan bakar, dan peralatan penyelamatan juga memperumit penanganan korban ketika terjadi serangan.

Di Sheikh Radwan, kobaran api dari kendaraan yang diserang menjadi gambaran lain mengenai risiko yang dihadapi warga di kawasan perkotaan padat. Petugas pertahanan sipil harus bekerja di tengah kondisi bangunan yang rusak dan lingkungan yang masih berada dalam situasi keamanan yang tidak stabil.

Sementara itu, belum seluruh detail mengenai serangan tersebut dapat dipastikan secara independen. Militer Israel menyatakan targetnya adalah militan Hamas, sedangkan laporan dari pihak Gaza menyoroti korban dan dampak terhadap kendaraan yang diserang. Perbedaan informasi tersebut membuat penelusuran fakta mengenai sasaran sebenarnya dan keadaan korban masih menjadi bagian dari proses pemberitaan yang terus berkembang.

Yang menjadi perhatian utama dari insiden ini adalah jatuhnya korban di tengah situasi keamanan yang seharusnya memasuki fase lebih tenang. Kendaraan yang terbakar di Sheikh Radwan kembali memperlihatkan bahwa meski pembicaraan mengenai gencatan senjata dan penyelesaian politik terus berlangsung, kekerasan di lapangan belum sepenuhnya berhenti.

Bagi warga Gaza, setiap serangan berarti risiko baru di tengah kehidupan yang sudah terganggu akibat kerusakan luas dan perpindahan penduduk. Bagi para petugas penyelamat, tantangannya bukan hanya menemukan dan mengevakuasi korban, tetapi juga bekerja di wilayah yang masih menghadapi ancaman serangan lanjutan.

Serangan di Sheikh Radwan kini menjadi bagian dari rangkaian kekerasan terbaru di Gaza yang terus dipantau masyarakat internasional. Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan sedikitnya empat lainnya terluka dalam insiden tersebut, sementara Israel menyatakan serangan diarahkan kepada militan Hamas.

Perkembangan selanjutnya masih akan bergantung pada keterangan resmi kedua pihak dan hasil verifikasi di lapangan. Namun, peristiwa tersebut kembali menunjukkan rapuhnya kondisi keamanan Gaza dan betapa cepat sebuah serangan terhadap satu kendaraan dapat berubah menjadi tragedi bagi warga yang berada di sekitarnya.

Tag

Memuat tag berita...