Memuat berita

Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Bandara Sampit, Warga Terpaksa Menempuh 9 Jam ke Banjarmasin

14 Oktober 2026
4

Aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terhenti akibat kabut asap pekat yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut membuat penerbangan dari dan menuju Sampit tidak dapat beroperasi secara normal, sehingga masyarakat harus mencari jalur alternatif untuk bepergian ke luar daerah.

Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur, Raihansyah, mengatakan penghentian penerbangan dilakukan demi menjamin keselamatan penumpang dan awak pesawat. Jarak pandang di sekitar bandara belum memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan, sehingga pesawat tidak dapat melakukan pendaratan maupun keberangkatan secara aman. 

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan pemerintah daerah, jarak pandang pada pagi hari hanya berkisar 500 hingga 800 meter. Memasuki siang hari, jarak pandang dapat turun hingga sekitar 300 meter, bahkan kurang dari 100 meter pada sore hari. Angka tersebut jauh di bawah jarak pandang sekitar 2.000 meter yang disebut sebagai batas aman dalam kondisi operasional yang berlaku. 

Raihansyah menegaskan bahwa penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit ditutup total selama Oktober 2026, sementara waktu pembukaan kembali belum dapat dipastikan. Operasional penerbangan baru bisa dipulihkan setelah kondisi cuaca membaik dan jarak pandang kembali memenuhi persyaratan keselamatan.

Kabut asap yang menyelimuti kawasan bandara diduga tidak hanya berasal dari kebakaran di sekitar pusat Kota Sampit. Asap dari wilayah lain juga diperkirakan terbawa angin hingga ke Kotawaringin Timur. Akibatnya, gangguan jarak pandang masih terjadi meskipun aktivitas kebakaran di sejumlah kawasan perkotaan dan sekitarnya mulai berkurang.

Terhentinya penerbangan berdampak langsung pada mobilitas masyarakat. Warga yang biasanya dapat bepergian menggunakan pesawat dari Sampit kini harus menempuh perjalanan darat menuju bandara alternatif. Salah satu pilihan yang digunakan adalah Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan waktu perjalanan darat sekitar delapan hingga sembilan jam.

Perjalanan panjang tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi masyarakat yang harus bepergian untuk urusan pekerjaan, keluarga, maupun keperluan mendesak. Waktu dan biaya perjalanan pun berpotensi bertambah karena penumpang harus memperhitungkan perjalanan darat sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat.

Dampak penutupan bandara juga dirasakan kalangan pebisnis dan investor yang mengandalkan transportasi udara untuk menunjang aktivitas mereka. Perjalanan yang sebelumnya dapat ditempuh lebih cepat kini membutuhkan waktu lebih panjang, sehingga agenda pertemuan, kegiatan usaha, dan urusan bisnis lainnya harus disesuaikan dengan kondisi transportasi yang tersedia. 

Gangguan penerbangan tidak hanya terjadi di Sampit. Sejumlah bandara lain di Kalimantan Tengah juga dilaporkan menghadapi dampak kabut asap, sehingga perjalanan menuju bandara alternatif belum tentu menjadi solusi yang mudah bagi seluruh calon penumpang. Situasi ini memperlihatkan bagaimana karhutla dapat menimbulkan dampak berantai, mulai dari gangguan kualitas udara hingga terhambatnya layanan transportasi dan kegiatan ekonomi. 

Pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi jarak pandang serta berkoordinasi dengan pihak bandara dan maskapai. Sementara itu, calon penumpang diimbau memastikan status penerbangan kepada maskapai sebelum berangkat, mengingat jadwal dapat berubah mengikuti kondisi di lapangan. Maskapai juga memantau informasi cuaca sebelum memutuskan apakah penerbangan dapat kembali dijalankan. 

Belum pulihnya penerbangan menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga perlindungan kesehatan masyarakat, kelancaran transportasi, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi. Selama kabut asap masih menghalangi jarak pandang, keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum operasional Bandara Haji Asan Sampit dapat dibuka kembali.

Tag

Memuat tag berita...