Memuat berita

Hector Souto Realistis Hadapi Brasil, Timnas Futsal Indonesia Siap Berjuang Tanpa Takut Kalah

08 Oktober 2026
3

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyadari anak asuhnya akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Brasil dalam turnamen VI Copa das Nações de Futsal 2026. Meski tidak memasang target hasil tertentu, pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan skuad Garuda akan berjuang maksimal dan siap menghadapi tekanan ketika berhadapan dengan salah satu kekuatan terbesar futsal dunia.

Turnamen VI Copa das Nações de Futsal 2026 dijadwalkan berlangsung pada 12–18 Oktober di Brasil. Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah Brasil dan Cape Verde. Sementara itu, Grup B dihuni Jepang, Afghanistan, dan Peru. Ajang ini menjadi kesempatan penting bagi Timnas Futsal Indonesia untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman menghadapi lawan-lawan dengan karakter permainan berbeda.

Souto menegaskan, keikutsertaan Indonesia dalam turnamen tersebut bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan atau hasil akhir. Ia ingin para pemain mendapatkan pengalaman langsung dari ekosistem futsal Brasil yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Menurutnya, perkembangan sebuah tim nasional tidak dapat dilepaskan dari kualitas kompetisi, pembinaan pemain, serta lingkungan futsal secara keseluruhan. Karena itu, menghadapi Brasil menjadi kesempatan bagi skuad Garuda untuk memahami standar permainan di level tertinggi dan melihat sejauh mana kemampuan mereka dapat berkembang.

"Pada akhirnya, targetnya adalah memberikan pengalaman kepada para pemain dan membuat mereka melihat ekosistem terbesar di dunia, seperti yang saya jelaskan sebelumnya, yaitu Brasil saat ini. Jadi, pada akhirnya kami tidak membandingkan tim nasional dengan tim nasional, tetapi membandingkan ekosistem dengan ekosistem," kata Souto, seperti dikutip ANTARA, Kamis (8/10/2026).

Pelatih yang membawa Indonesia mencapai final Piala Asia Futsal 2026 itu juga bersikap terbuka mengenai besarnya tantangan yang akan dihadapi. Brasil memiliki sejarah panjang dan prestasi luar biasa di futsal internasional, sehingga Indonesia harus mempersiapkan diri menghadapi tekanan sejak pertandingan dimulai.

Souto bahkan tidak menutup kemungkinan Indonesia mengalami kekalahan dengan selisih gol besar. Ia mengingatkan bahwa menghadapi tim dengan kualitas pemain kelas dunia membutuhkan kesiapan mental, disiplin bertahan, dan kemampuan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.

"Sangat mungkin kami juga kalah 0-9 karena kita berbicara tentang mungkin 14 atau 15 pemain terbaik di dunia. Sangat mungkin kami mengalami kekalahan besar," ujar Souto.

Meski demikian, ia menegaskan kemungkinan tersebut tidak akan membuat timnya menyerah sebelum bertanding. Souto ingin para pemain tetap memberikan perlawanan, bekerja keras, dan berusaha menjalankan strategi sebaik mungkin, apa pun tekanan yang muncul di lapangan.

"Namun, yang ingin saya pahami oleh masyarakat di sini adalah kami akan berusaha, berusaha, dan berusaha sebaik mungkin," tambahnya.

Sikap realistis tersebut bukan berarti Indonesia datang ke Brasil tanpa persiapan atau ambisi. Sebaliknya, Souto ingin turnamen ini menjadi bagian dari proses membangun tim yang lebih matang dalam menghadapi pertandingan internasional dengan intensitas tinggi.

Dalam futsal, menghadapi lawan yang memiliki kualitas individu dan kolektivitas permainan lebih tinggi menuntut kemampuan membaca situasi dengan cepat. Tekanan lawan, kecepatan transisi, serta ketepatan mengambil keputusan dapat menjadi faktor penentu sepanjang pertandingan.

Karena itu, pengalaman menghadapi Brasil diharapkan membantu pemain Indonesia memahami kelemahan yang perlu diperbaiki sekaligus mengembangkan kemampuan bertahan ketika terus mendapat tekanan. Tim juga dituntut tetap disiplin agar tidak kehilangan organisasi permainan saat menghadapi serangan bertubi-tubi.

Souto turut mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh hanya berfokus pada pertandingan melawan Brasil. Cape Verde, yang juga berada di Grup A, dinilainya sebagai lawan berbahaya dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Menurut Souto, peringkat dunia saja tidak cukup untuk menggambarkan kekuatan Cape Verde. Negara tersebut disebut telah berinvestasi dalam pengembangan futsal dan memanggil pemain-pemain yang berkarier di luar negeri untuk memperkuat tim nasionalnya.

"Jadi, mungkin orang-orang di sini hanya melihat peringkat FIFA. Peringkat FIFA Cape Verde memang tidak terlalu tinggi, tetapi sejak tahun lalu Cape Verde banyak berinvestasi dan memanggil kembali pemain-pemain yang bermain di luar negeri," kata Souto.

Ia menilai Cape Verde berpotensi memberikan perlawanan kuat dan memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu tim yang diperhitungkan dalam persaingan futsal internasional. Oleh sebab itu, Indonesia perlu menjaga fokus dalam setiap pertandingan, bukan hanya ketika berhadapan dengan tuan rumah.

Persiapan Timnas Futsal Indonesia menjelang keberangkatan ke Brasil juga berlangsung dalam waktu relatif singkat. Sebanyak 20 pemain sebelumnya dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan, dengan komposisi pemain berpengalaman dan sejumlah nama yang bersaing untuk mendapatkan tempat di skuad akhir.

Souto kemudian akan mengerucutkan komposisi tim menjadi 15 pemain yang dibawa ke Brasil. Proses tersebut menjadi bagian penting untuk menentukan pemain yang paling siap menjalankan kebutuhan taktik tim dalam menghadapi pertandingan internasional.

Keikutsertaan Indonesia dalam Copa das Nações 2026 juga dipandang sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju Piala Dunia Futsal 2028. Dengan menghadapi lawan berlevel tinggi, tim pelatih dapat mengevaluasi kualitas pemain, memperbaiki kekurangan, dan membangun pengalaman yang dibutuhkan untuk bersaing di panggung dunia.

Bagi Indonesia, kesempatan bertanding di Brasil menjadi ujian penting sekaligus ruang belajar yang tidak selalu bisa diperoleh dalam kompetisi regional. Hasil pertandingan tetap menjadi bagian dari evaluasi, tetapi pengalaman menghadapi tekanan dan kualitas lawan akan menjadi bekal berharga untuk perkembangan tim.

Souto pun memilih menempatkan proses pembelajaran dan peningkatan kualitas sebagai prioritas. Ia memahami bahwa menghadapi Brasil bukan perkara mudah, tetapi pertandingan semacam itu dapat memperlihatkan standar yang harus dicapai Indonesia jika ingin terus meningkatkan daya saingnya.

Dengan pendekatan realistis, Timnas Futsal Indonesia diharapkan mampu tampil berani, menjaga disiplin, dan memaksimalkan setiap kesempatan selama turnamen. Bagi Souto, perjuangan menghadapi lawan kelas dunia bukan hanya tentang menang atau kalah, melainkan tentang seberapa banyak pelajaran yang bisa dibawa pulang untuk membangun masa depan futsal Indonesia.

Tag

Memuat tag berita...