Memuat berita

Warga Sumsel Bisa Jadi Pasukan Satgas Karhutla, Dapat Uang Semangat Rp150 Ribu per Hari

01 September 2026
27

PALEMBANG – Pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Warga yang terpilih akan bergabung sebagai bagian dari pasukan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, khususnya dalam tim satgas darat. Tak hanya dilibatkan dalam operasi pemadaman, masyarakat yang ikut bertugas juga akan mendapatkan uang semangat sebesar Rp150 ribu per hari.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan masyarakat umum dapat mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari pasukan satgas darat. Keterlibatan warga diharapkan dapat memperkuat personel yang selama ini berada di garis depan penanganan karhutla.

"Untuk satgas darat ini boleh mendaftar sebagai pasukan darat. Itu ada uang semangatnya sebesar Rp150 ribu," ungkap Herman Deru, Senin (31/8/2026).

Masyarakat yang nantinya terpilih akan ditempatkan dalam tim satgas darat. Mereka bertugas membantu proses pemadaman di titik-titik api dengan berada di bawah koordinasi dan komando Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kehadiran masyarakat dalam satgas darat dinilai penting mengingat kondisi karhutla di sejumlah wilayah Sumsel membutuhkan penanganan cepat. Personel di lapangan harus mampu bergerak menuju lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas. Herman berharap keterlibatan masyarakat dapat mempercepat penanganan setiap titik api yang muncul. Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran penting dalam upaya pencegahan karhutla, bukan hanya ketika kebakaran sudah terjadi.

Selain membantu pemadaman, personel satgas darat nantinya dapat turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan. Sosialisasi tersebut terutama menyasar warga yang masih menggunakan metode pembakaran ketika membuka lahan untuk perkebunan. Pemerintah berharap pendekatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga pembukaan lahan tidak lagi dilakukan dengan cara membakar.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan keberadaan satgas darat sangat dibutuhkan untuk memperkuat upaya pemadaman karhutla yang dilakukan dari udara. Menurut Suharyanto, pengalaman penanganan karhutla di Sumatera Selatan menunjukkan bahwa pasukan darat masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi kebakaran di lapangan.

"Satgas darat diperlukan guna memperkuat pemadaman dari udara. Berdasarkan pengalaman di lapangan, karhutla di Sumsel menunjukkan satgas darat masih menjadi kekuatan terdepan dan sangat diperlukan dalam pemadaman," kata Suharyanto.

Pemadaman dari udara melalui operasi water bombing dinilai dapat membantu menjangkau titik api dari atas. Namun, personel di darat tetap diperlukan untuk memastikan api benar-benar padam dan melakukan penanganan pada area yang sulit dijangkau dari udara. Pasukan darat juga memiliki peran penting dalam melakukan pemantauan serta mencegah api kembali muncul setelah proses pemadaman dilakukan.

Pasukan satgas darat tidak hanya berasal dari masyarakat umum. Pemerintah juga melibatkan berbagai unsur yang selama ini memiliki pengalaman dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Sejumlah unsur tersebut antara lain Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, serta unsur pemerintah daerah. Kolaborasi berbagai unsur tersebut diharapkan membuat penanganan karhutla di Sumsel lebih cepat dan terkoordinasi. Masyarakat yang bergabung nantinya akan menjadi kekuatan tambahan bagi personel yang sudah bertugas di lapangan.

Dengan pelibatan masyarakat dan berbagai unsur tersebut, pemerintah menargetkan penanganan karhutla dapat dilakukan sejak api masih berada dalam skala kecil sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Selain pemadaman, upaya pencegahan melalui edukasi juga menjadi bagian penting. Masyarakat di sekitar kawasan rawan karhutla diharapkan semakin memahami risiko pembakaran lahan dan memilih metode pembukaan lahan yang tidak menimbulkan kebakaran.

Tag

Memuat tag berita...