Memuat berita

Tragedi Mengerikan di Pondok Pesantren Lombok Tengah: Tiga Santri Dibakar Hidup-Hidup Usai Laporkan Bullying Senior

06 Juli 2026
4

Lombok Tengah

Kejadian tragis ini disebut terjadi pada November 2025 lalu. Salah satu korban, berinisial SS, dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama sekitar dua bulan. Dua korban lainnya selamat, meski mengalami luka bakar serius yang memprihatinkan.

Video yang diunggah melalui akun Instagram @senjajaya pada Sabtu (4/7) menampilkan kondisi dua korban yang tampak menderita. Menurut pengakuan salah seorang korban selamat, berinisial SAH, mereka disiram bensin dan dibakar di sebuah ruangan kosong yang pintunya sengaja dikunci dari luar. “Kami tidak bisa keluar, pintunya dikunci,” ujarnya dalam keterangan yang beredar.

Keluarga korban mengaku sempat diintimidasi saat menuntut keadilan. Mereka ditawari uang damai sebesar Rp5 juta dan salah satu korban bahkan dipindahkan ke pondok pesantren lain. Selain itu, pihak keluarga menuding pondok pesantren dan pelaku lepas tangan terhadap biaya pengobatan korban.

“Anak saya sudah meninggal, tapi sampai sekarang tidak ada tanggung jawab dari pihak pondok,” kata salah seorang orang tua korban dengan nada pilu.

Merasa tidak mendapat keadilan, keluarga akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres Lombok Tengah. Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnaedi, membenarkan adanya laporan tersebut. “Kami sedang mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk mengusut tuntas kasus ini,” ujarnya.

Kasus ini semakin ramai dibicarakan karena diduga ada upaya pembungkaman. Pihak pondok pesantren dikabarkan memiliki hubungan dekat dengan sejumlah pejabat daerah, termasuk anggota DPRD dan bupati setempat, yang membuat kasus ini sempat diredam.

Kekerasan di lingkungan pendidikan agama seperti ini menuai kecaman keras dari berbagai kalangan. Aktivis hak asasi manusia dan tokoh masyarakat menuntut agar kasus ini diusut secara transparan dan pelaku diberi hukuman setimpal.

Polisi menyatakan akan bekerja secara profesional tanpa pandang bulu untuk mengungkap dalang di balik aksi keji tersebut.

Tag

Memuat tag berita...