Memasuki hari keenam operasi pencarian dan pertolongan, Tim SAR gabungan memfokuskan tindakan pada penyelaman langsung ke bangkai kapal motor KM Virgo Transport 8 yang karam di dasar perairan Laut Jawa. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026, sebagai bagian dari upaya intensif mencari korban dan barang bukti. Fokus operasi beralih ke area bawah air setelah tahap pencarian permukaan dilakukan pada hari-hari sebelumnya. Koordinasi antarinstansi terus diperkuat untuk memastikan kelancaran kegiatan di lokasi. Operasi penyelaman bawah air dijalankan oleh tim penyelam elit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Tim tersebut bermarkas di KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang menjadi kapal pendukung utama di lokasi kejadian. Personel penyelam elit dilengkapi dengan peralatan khusus untuk menjelajahi area bangkai kapal di dasar laut. Keahlian mereka menjadi andalan dalam menembus kondisi perairan yang menantang.
Dari hasil penyusuran di titik koordinat bangkai kapal, petugas berhasil mengangkat sejumlah barang bukti fisik. Barang-barang tersebut ditemukan dalam kondisi tersangkut dan tersebar di area luar badan kapal. Temuan ini menjadi perkembangan penting dalam hari keenam operasi pencarian. Setiap item yang diangkat dicatat secara detail untuk kepentingan investigasi lebih lanjut. Barang-barang yang berhasil dievakuasi meliputi paket kiriman, identitas kependudukan berupa Kartu Tanda Penduduk, serta dompet. Temuan berupa dokumen identitas diharapkan dapat membantu proses identifikasi terkait korban atau penumpang. Paket kiriman yang diangkat masih dalam kondisi tersegel dan belum dibuka. Seluruh barang bukti diperlakukan dengan hati-hati agar tidak rusak selama proses evakuasi.
Seluruh barang temuan langsung dievakuasi menggunakan kapal Rigid Buoyancy Boat milik Pangkalan TNI AL Banjarmasin. Kapal jenis RBB tersebut dipilih karena mampu beroperasi secara efektif di perairan sekitar lokasi karam. Proses pemindahan barang dari area penyelaman ke kapal pendukung dilakukan secara terkoordinasi. Keamanan barang bukti menjadi prioritas utama selama tahap evakuasi. Barang-barang yang telah dievakuasi tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, sekitar pukul 10.00 WITA. Kedatangan tersebut menandai selesainya tahap pengangkutan temuan dari lokasi kejadian ke daratan. Petugas di pelabuhan siap menerima dan mengamankan seluruh item yang dibawa. Waktu kedatangan dicatat resmi sebagai bagian dari dokumentasi operasi.
Seluruh paket dan dokumen yang diangkat berada dalam kondisi tersegel utuh dan belum dibuka. Status tersebut dijaga untuk memastikan keaslian barang bukti tetap terjaga. Tidak ada tindakan pembukaan yang dilakukan di lokasi maupun selama perjalanan menuju pelabuhan. Prosedur ini penting untuk mendukung proses investigasi yang objektif. Barang temuan selanjutnya akan diserahkan langsung kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Penyerahan dilakukan untuk kepentingan investigasi insiden kecelakaan kapal motor KM Virgo Transport 8. KNKT akan menelaah seluruh item sebagai bagian dari pengumpulan data dan fakta. Kerja sama antara Tim SAR dan KNKT menjadi kunci dalam mengungkap kronologi kejadian.
Operasi penyelaman yang dipimpin tim elit TNI AL dari KRI I Gusti Ngurah Rai-332 menunjukkan komitmen penanganan yang serius. Fokus pada area luar badan kapal menghasilkan temuan berupa paket, KTP, dan dompet yang tersebar. Evakuasi menggunakan RBB Lanal Banjarmasin memastikan barang bukti segera tiba di Pelabuhan Trisakti. Seluruh tahapan dilakukan dengan mengikuti protokol keselamatan dan pengamanan barang bukti. Dengan temuan barang bukti pada hari keenam, operasi pencarian dan pertolongan KM Virgo Transport 8 memasuki fase yang lebih mendalam. Penyelaman langsung ke bangkai kapal di dasar Laut Jawa menjadi langkah strategis Tim SAR gabungan. Seluruh paket dan dokumen yang masih tersegel akan menjadi bahan penting bagi KNKT dalam investigasi. Upaya pencarian terus dilanjutkan untuk memperoleh kejelasan atas insiden yang terjadi.