Memuat berita

Ratusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, BGN Ungkap Makanan Dibagikan Lebih dari 4 Jam Setelah Dimasak

04 September 2026
19

SIDOARJO – Sebanyak 512 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, terdampak dugaan keracunan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Ketut Sumedana mengungkap dugaan persoalan dalam proses distribusi makanan menjadi salah satu faktor yang tengah diperiksa. Menurut Ketut, terdapat ketidakdisiplinan dalam proses pendistribusian makanan. Menu MBG disebut dibagikan kepada para santri lebih dari empat jam setelah makanan selesai dimasak.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena makanan yang telah selesai diproduksi seharusnya didistribusikan dan dikonsumsi dalam rentang waktu yang sesuai dengan standar keamanan pangan. Dugaan keracunan tersebut kemudian menyebabkan ratusan santri mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan penanganan medis. Berdasarkan data BGN, dari total 512 santri yang terdampak, sebanyak 80 orang masih menjalani perawatan. Sementara itu, 312 santri lainnya telah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sembuh.

Adapun 120 santri masih berada dalam tahap observasi untuk memastikan kondisi kesehatan mereka setelah mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG. BGN menyatakan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para santri yang terdampak. Penanganan juga dilakukan untuk memastikan seluruh santri mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan. Di sisi lain, BGN telah mengambil langkah tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani distribusi MBG di wilayah Sidoarjo tersebut.

SPPG terkait dijatuhi sanksi suspend kategori berat selama 30 hari. Sanksi tersebut diberikan sebagai bentuk evaluasi sekaligus penegakan standar dalam pelaksanaan program MBG. Dugaan adanya makanan yang didistribusikan lebih dari empat jam setelah selesai dimasak menjadi perhatian serius dalam kasus ini. Ketepatan waktu distribusi merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan sebelum dikonsumsi penerima manfaat. BGN juga perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi hingga distribusi makanan untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Kasus di Pondok Pesantren Manbaul Hikam menjadi pengingat bahwa pelaksanaan program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga harus dibarengi dengan penerapan standar keamanan pangan secara ketat. Mulai dari proses pengolahan bahan makanan, kebersihan dapur, penyimpanan, pengemasan, waktu pengiriman, hingga makanan diterima dan dikonsumsi para penerima manfaat harus mendapat pengawasan.

Dengan ratusan santri terdampak, evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di Sidoarjo menjadi penting untuk memastikan kualitas pelayanan dan keamanan makanan tetap terjaga. BGN memberikan perhatian terhadap proses penanganan para santri yang masih menjalani perawatan maupun observasi. Sementara itu, penerapan sanksi terhadap SPPG diharapkan menjadi bahan evaluasi agar seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG lebih disiplin menjalankan prosedur yang telah ditetapkan. Kasus tersebut saat ini masih menjadi perhatian, sementara kondisi para santri yang terdampak terus dipantau oleh pihak terkait.

Tag

Memuat tag berita...