Memuat berita

Prajurit TNI AD Ditemukan Tewas di Tangerang, Polisi Tangkap Empat Terduga Pelaku

24 Juli 2026
2

Tangerang – Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Prada Arif Budi Sampurna, ditemukan meninggal dunia di pinggir Jalan Cluster Turquoise, kawasan Pondok Hijau Golf Summarecon, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Penemuan jasad korban menggegerkan warga sekitar. Aparat kepolisian bersama petugas terkait segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami sejumlah luka akibat benda tajam yang diduga menjadi penyebab kematiannya.

"Korban mengalami sejumlah luka akibat benda tajam sehingga menyebabkan kematian," kata AKBP Boy Jumalolo.

Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan setelah menerima laporan terkait penemuan jasad korban. Dalam waktu singkat, aparat berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Keempat terduga pelaku masing-masing berinisial BR, RRGB, MKN, dan H. "Keempat tersangka berinisial saudara BR, saudara RRGB, saudara MKN, dan saudara H yang melakukan kekerasan terhadap korban," ujar AKBP Boy Jumalolo.

Hingga kini, keempatnya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing dalam kasus tersebut.

Selain mengamankan para terduga pelaku, penyidik juga terus mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap kronologi lengkap serta motif di balik dugaan pembunuhan terhadap Prada Arif Budi Sampurna. Polisi belum membeberkan secara rinci latar belakang peristiwa maupun hubungan antara korban dengan para terduga pelaku. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses penyidikan berkembang.

Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat korban merupakan anggota aktif TNI AD. Kepolisian memastikan penyidikan dilakukan secara profesional dan transparan untuk mengungkap seluruh fakta yang melatarbelakangi peristiwa tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai kasus ini serta menunggu hasil penyidikan resmi dari aparat penegak hukum.

Tag

Memuat tag berita...