Memuat berita

Prabowo Tegaskan FTA Indonesia-Rusia Bukan Aliansi untuk Hadapi Negara Lain

04 September 2026
23

VLADIVOSTOK – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan negara-negara Eurasia bukan merupakan bentuk aliansi untuk menghadapi negara tertentu. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berbicara di hadapan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki sikap yang jelas dalam menjalankan hubungan internasional. Pemerintah tidak ingin Indonesia terikat dalam aliansi militer dengan negara mana pun, melainkan memilih memperluas dan memperkuat kemitraan ekonomi dengan berbagai negara. Menurut Prabowo, kerja sama perdagangan dengan Rusia dan negara-negara Eurasia merupakan bagian dari strategi Indonesia untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan hubungan ekonomi, bukan langkah untuk membangun blok politik maupun militer.

Sikap tersebut sejalan dengan prinsip Indonesia yang selama ini mengedepankan kerja sama dengan berbagai pihak tanpa menempatkan hubungan ekonomi sebagai instrumen untuk berkonfrontasi dengan negara lain. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti pentingnya mempercepat proses ratifikasi perjanjian perdagangan antara Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU). Presiden mengatakan Indonesia saat ini mendorong negara-negara anggota EAEU agar proses ratifikasi dapat segera diselesaikan sehingga manfaat perjanjian perdagangan tersebut bisa mulai dirasakan. Perjanjian tersebut sebelumnya telah ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025. Implementasi kesepakatan itu nantinya akan membuka akses produk Indonesia ke lima pasar di kawasan Eurasia. Di sisi lain, produsen dari negara-negara Eurasia juga akan memperoleh akses lebih luas ke pasar Indonesia yang memiliki lebih dari 290 juta konsumen.

Kerja sama perdagangan tersebut dinilai memberikan peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar ekspor. Dengan adanya pengurangan atau pembebasan tarif setelah perjanjian berlaku, produk Indonesia diharapkan dapat memiliki daya saing yang lebih baik di pasar Eurasia. Bagi Indonesia, perluasan akses pasar menjadi salah satu bagian penting dari strategi meningkatkan perdagangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Prabowo mengatakan pemerintah tidak ingin hanya menunggu hingga pembebasan tarif berlaku. Persiapan perdagangan sudah dilakukan sejak sekarang agar implementasi perjanjian dapat langsung diikuti aktivitas bisnis. Menurutnya, delegasi bisnis Indonesia bahkan telah berada di Rusia untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan perdagangan.

Persiapan tersebut mencakup rencana pengiriman perdana, pengaturan logistik, pencarian dan penjajakan dengan pembeli, hingga mekanisme pembayaran. Langkah tersebut dilakukan agar ketika pembebasan tarif mulai berlaku, para pelaku usaha tidak lagi harus memulai proses perdagangan dari nol. Dengan kata lain, barang yang akan diperdagangkan, jalur logistik, calon pembeli, serta mekanisme transaksi diharapkan sudah tersedia ketika kesepakatan mulai diterapkan.

Dalam forum tersebut, Prabowo kembali menegaskan posisi Indonesia yang memilih memperkuat hubungan ekonomi dengan berbagai negara. Indonesia, menurutnya, tidak ingin terseret ke dalam persaingan blok maupun aliansi militer. Sebaliknya, pemerintah berupaya membangun sebanyak mungkin kerja sama ekonomi yang memberikan manfaat bagi kepentingan nasional. Kerja sama dengan Rusia dan EAEU menjadi salah satu bagian dari pendekatan tersebut.

Perjanjian perdagangan bebas diharapkan tidak hanya meningkatkan volume ekspor-impor, tetapi juga membuka peluang kerja sama investasi, memperluas jaringan pelaku usaha, serta memperkuat konektivitas perdagangan antara Indonesia dan kawasan Eurasia. Dengan pasar Eurasia yang luas dan pasar Indonesia yang mencapai lebih dari 290 juta konsumen, kesepakatan tersebut memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada kesiapan implementasi, termasuk penyelesaian proses ratifikasi, kesiapan logistik, kepastian pembayaran, serta kemampuan pelaku usaha memenuhi standar dan kebutuhan pasar tujuan. Karena itu, pemerintah mulai mendorong pelaku usaha melakukan persiapan lebih awal.

Bagi Prabowo, momentum pembebasan tarif harus dimanfaatkan secara maksimal. Ketika hambatan tarif mulai dikurangi, aktivitas perdagangan diharapkan dapat langsung berjalan karena infrastruktur bisnis dan kontrak perdagangan telah disiapkan sebelumnya. Pernyataan Prabowo di hadapan Putin juga menegaskan bahwa hubungan Indonesia-Rusia tidak semata-mata dibangun dalam konteks geopolitik. Jakarta ingin hubungan tersebut memiliki fondasi ekonomi yang kuat dan memberikan manfaat langsung bagi dunia usaha serta masyarakat. Melalui perluasan akses perdagangan ke Eurasia, Indonesia berharap semakin banyak produk nasional menembus pasar internasional. Di tengah dinamika ekonomi global, strategi memperluas mitra dagang juga menjadi upaya Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar tertentu sekaligus menciptakan peluang baru bagi produk dalam negeri.

Perjanjian dengan EAEU pun kini menunggu tahapan ratifikasi dan persiapan implementasi lebih lanjut. Pemerintah Indonesia memastikan proses tersebut terus didorong agar kesepakatan yang telah ditandatangani dapat segera memberikan manfaat ekonomi secara nyata.

Tag

Memuat tag berita...