Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemerintah untuk meningkatkan usia harapan hidup (UHH) masyarakat Indonesia dari sekitar 72 tahun menjadi 76 tahun. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan target tersebut menjadi salah satu agenda penting pemerintah dalam memperkuat kualitas kesehatan masyarakat.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menempatkan pencegahan penyakit sebagai salah satu strategi utama. Kementerian Kesehatan memfokuskan perhatian pada empat penyakit yang menjadi penyumbang kematian tertinggi di Indonesia, yakni stroke, penyakit jantung, kanker, dan penyakit ginjal.
Budi mengatakan pengendalian empat penyakit tersebut penting karena dampaknya tidak hanya terhadap angka kematian, tetapi juga terhadap kualitas hidup masyarakat. Penyakit kronis juga dapat menimbulkan beban ekonomi yang besar bagi keluarga maupun negara ketika sudah memasuki tahap komplikasi.
Menurut Menkes, sebagian risiko penyakit stroke, jantung, dan ginjal sebenarnya dapat ditekan sejak dini sebelum terjadi kerusakan organ. Karena itu, masyarakat didorong tidak menunggu munculnya keluhan atau gejala untuk memeriksakan kondisi kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi salah satu langkah pencegahan yang paling mendasar. Pemerintah mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan setidaknya satu kali dalam setahun untuk mengetahui kondisi tubuh sejak awal.
Dalam pemeriksaan tersebut, terdapat tiga indikator utama yang perlu diperhatikan, yakni tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol atau lemak darah. Ketiga indikator tersebut dapat memberikan gambaran awal mengenai sejumlah faktor risiko penyakit tidak menular.
Tekanan darah tinggi, misalnya, sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, apabila berlangsung dalam waktu lama dan tidak dikendalikan, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, termasuk stroke dan penyakit jantung.
Demikian pula dengan kadar gula darah. Gangguan kadar gula yang tidak terdeteksi dan tidak dikendalikan dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, termasuk kerusakan pembuluh darah dan organ tubuh.
Kadar kolesterol juga menjadi indikator penting karena gangguan lemak darah dapat berkaitan dengan penumpukan plak pada pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung dan pembuluh darah.
Karena itu, pemeriksaan rutin dinilai lebih efektif dibandingkan menunggu penyakit berkembang hingga menimbulkan keluhan serius. Dengan mengetahui kondisi tubuh lebih awal, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk melakukan perubahan gaya hidup dan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.
Upaya meningkatkan usia harapan hidup juga tidak dapat hanya mengandalkan pelayanan kesehatan ketika seseorang sudah sakit. Pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui perubahan perilaku, pemeriksaan kesehatan, serta pengendalian faktor risiko.
Pola makan yang lebih sehat, aktivitas fisik yang cukup, menjaga berat badan, tidak merokok, serta mengelola faktor risiko penyakit kronis menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Di sisi pemerintah, penguatan deteksi dini menjadi penting agar masyarakat yang memiliki faktor risiko dapat segera memperoleh pendampingan. Semakin cepat kondisi ditemukan, semakin besar peluang untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih berat.
Target peningkatan UHH dari 72 menjadi 76 tahun juga menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya ingin masyarakat hidup lebih lama, tetapi juga berupaya menjaga agar tambahan usia tersebut disertai kualitas hidup yang lebih baik.
Empat penyakit yang menjadi fokus pemerintah memiliki karakteristik berbeda, tetapi sebagian faktor risikonya saling berkaitan. Karena itu, strategi pencegahan dapat dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi, terutama dengan memperkuat pemeriksaan faktor risiko sejak usia produktif.
Menkes menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan kesehatan tidak seharusnya dipandang hanya diperlukan ketika tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda penyakit.
Dengan pemeriksaan minimal setahun sekali, tekanan darah, gula darah, dan kolesterol dapat dipantau secara berkala. Jika ditemukan kondisi yang tidak normal, masyarakat dapat segera berkonsultasi dan mengambil langkah penanganan sebelum muncul komplikasi.
Pemerintah berharap strategi pencegahan tersebut dapat membantu menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
Target usia harapan hidup 76 tahun tentu membutuhkan kerja bersama. Pemerintah perlu memperkuat sistem kesehatan dan akses pemeriksaan, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga pola hidup dan melakukan deteksi dini.
Dengan memutus rantai fatalitas akibat stroke, penyakit jantung, kanker, dan penyakit ginjal, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya mampu meningkatkan angka harapan hidup, tetapi juga menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif hingga usia lanjut.