Memuat berita

Prabowo Sambut Tawaran Mesir Tambah Beasiswa, Peluang Kuliah Kedokteran hingga Sains Makin Terbuka

12 Oktober 2026
3

Presiden Prabowo Subianto menyambut positif tawaran Pemerintah Mesir untuk menambah kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, khususnya di bidang kedokteran, teknik, dan sains. Tawaran tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara memperluas kerja sama pendidikan sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.

Hal itu disampaikan Prabowo setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan hubungan Indonesia-Mesir, termasuk melalui pertukaran mahasiswa, kemitraan antaruniversitas, serta pengembangan riset bersama.

Prabowo menyampaikan apresiasi atas tawaran penambahan beasiswa yang diberikan Mesir. Menurutnya, kerja sama pendidikan kedua negara telah memiliki fondasi kuat dan perlu terus dikembangkan agar semakin banyak mahasiswa Indonesia memperoleh kesempatan belajar di perguruan tinggi Mesir.

“Kami terima kasih, apresiasi tawaran Mesir untuk memberi tambahan beasiswa, khususnya di bidang kedokteran, teknik, dan sains,” ujar Prabowo dalam pernyataan pers bersama Presiden el-Sisi.

Tawaran tersebut menjadi perhatian karena mencakup bidang-bidang yang membutuhkan pendidikan akademik dan pengembangan keahlian secara mendalam. Kedokteran berkaitan dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, sementara teknik dan sains berperan dalam pengembangan teknologi, penelitian, serta inovasi yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan.

Meski demikian, jumlah tambahan beasiswa, mekanisme seleksi, persyaratan pendaftaran, dan jadwal pelaksanaannya belum dirinci dalam pengumuman tersebut. Karena itu, calon mahasiswa masih perlu menunggu informasi resmi lebih lanjut mengenai bentuk program dan kesempatan yang akan tersedia.

Prabowo juga menegaskan bahwa hubungan pendidikan Indonesia dan Mesir bukanlah hal baru. Selama bertahun-tahun, Mesir menjadi salah satu tujuan pendidikan bagi mahasiswa Indonesia, terutama melalui Universitas Al-Azhar yang dikenal luas sebagai pusat pendidikan Islam di Kairo.

Hubungan panjang dengan Al-Azhar menjadi salah satu fondasi yang ingin diperkuat oleh kedua negara. Namun, kerja sama ke depan tidak hanya diarahkan pada pendidikan keagamaan, melainkan juga mencakup bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengembangan kapasitas akademik yang lebih luas.

Salah satu perkembangan yang disoroti Prabowo adalah pengajaran bahasa Indonesia dan sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar. Menurutnya, keberadaan pengajaran tersebut menjadi bukti bahwa hubungan pendidikan kedua negara berkembang dalam berbagai bentuk, tidak hanya melalui pengiriman mahasiswa Indonesia ke Mesir.

“Sekarang di Universitas Al-Azhar sedang diberi pengajaran bahasa Indonesia dan sastra Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa kerja sama kita semakin meningkat,” kata Prabowo.

Selain memperluas kesempatan belajar bagi mahasiswa Indonesia di Mesir, pemerintah juga ingin membuka peluang bagi lembaga pendidikan Mesir untuk memperkuat kehadirannya di Indonesia. Salah satu bentuk kerja sama yang dibahas adalah pengiriman dosen dan tenaga pendidik dari Mesir untuk mendukung kegiatan akademik di Indonesia.

Prabowo menyebut pertukaran mahasiswa, kemitraan antaruniversitas, dan riset bersama sebagai sejumlah jalur yang dapat dikembangkan. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan, memperluas jaringan akademik, serta mendorong perguruan tinggi kedua negara menjalankan program pendidikan dan penelitian secara bersama.

Di sisi lain, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyatakan negaranya siap menyambut mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di Mesir. Kesempatan tersebut mencakup Universitas Al-Azhar maupun perguruan tinggi lain di negara itu.

“Mesir siap selalu menyambut ribuan mahasiswa Indonesia untuk belajar di Al-Azhar dan di universitas lain di Mesir,” ujar el-Sisi. 

El-Sisi juga menekankan pentingnya kerja sama pendidikan dan kebudayaan sebagai bagian dari hubungan yang telah lama terjalin antara masyarakat kedua negara. Menurutnya, hubungan tersebut dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persahabatan, persaudaraan, dan pemahaman antara Indonesia dan Mesir.

Bagi mahasiswa Indonesia, tawaran tambahan beasiswa ini berpotensi memperluas pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Namun, calon peserta tetap perlu memperhatikan persyaratan akademik, kemampuan bahasa, pengakuan ijazah, serta ketentuan program studi yang akan dipilih setelah informasi resmi tersedia.

Penguatan kerja sama Indonesia-Mesir juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, terutama apabila program beasiswa disertai kemitraan akademik dan riset yang berkelanjutan. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa dan peneliti dari kedua negara dapat memperoleh kesempatan untuk bertukar pengalaman serta mengembangkan keahlian sesuai kebutuhan masing-masing.

Pertemuan Prabowo dan el-Sisi pun menandai upaya memperluas hubungan bilateral melalui jalur pendidikan. Dengan tawaran tambahan beasiswa, pertukaran mahasiswa, dan peluang riset bersama, Indonesia dan Mesir membuka ruang bagi kerja sama yang tidak hanya mempererat hubungan antarpemerintah, tetapi juga memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui dunia pendidikan.

Tag

Memuat tag berita...