Memuat berita

Prabowo Buka Agenda Hilirisasi dengan Candaan: “Aku Bisa Pidato 3 Jam!”

08 Oktober 2026
3

Presiden Prabowo Subianto kembali mencairkan suasana dalam agenda resmi pemerintah. Saat menghadiri acara groundbreaking dan komersialisasi 11 ekosistem hilirisasi nikel serta ekspor perdana baterai kendaraan listrik di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026), Prabowo melontarkan candaan mengenai kebiasaannya berpidato panjang.

Di hadapan para peserta acara, Prabowo bahkan meminta agar dirinya tidak terlalu lama diberikan kesempatan berbicara. Dengan nada berseloroh, Kepala Negara mengatakan dirinya bisa berpidato hingga tiga jam apabila sudah berada di atas podium.

“Jangan kasih podium ke Prabowo Subianto!” kata Prabowo yang langsung disambut tawa dan respons dari hadirin. Ia kemudian menegaskan bahwa dirinya mampu berpidato selama tiga jam dan bertanya kepada para peserta apakah mereka bersedia duduk selama itu untuk mendengarkan pidatonya.

Pertanyaan tersebut justru mendapat jawaban spontan dari hadirin. Mereka menyatakan bersedia, sehingga candaan singkat itu menjadi salah satu momen yang mencairkan suasana di tengah agenda yang sarat dengan pembahasan investasi, industrialisasi, dan penguatan hilirisasi sumber daya alam.

Candaan tersebut muncul dalam acara yang memiliki agenda ekonomi cukup besar. Pemerintah pada hari yang sama secara resmi memulai komersialisasi dan groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel di kawasan IWIP dengan total nilai investasi mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun.

Dalam sambutannya, Prabowo menjelaskan bahwa 11 proyek tersebut terdiri atas empat proyek industri yang memasuki tahap komersialisasi dan tujuh proyek industri baru yang mulai dibangun. Seluruhnya diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri hilir berbasis nikel dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Empat proyek yang memasuki tahap komersialisasi terdiri atas Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioneer Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing. Sementara tujuh proyek baru yang dimulai pembangunannya meliputi Guang Ching Nickel Cobalt, Inno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, dan Foton Guangqing Motor Indonesia.

Agenda tersebut sekaligus menjadi momentum penting bagi pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Prabowo secara resmi melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik yang diproduksi di kawasan IWIP. Pemerintah menempatkan langkah tersebut sebagai bagian dari upaya membangun rantai pasok kendaraan listrik dari pengolahan bahan mentah hingga produk industri bernilai tambah.

Sebelum menghadiri acara utama, Prabowo juga meninjau sejumlah fasilitas industri di kawasan IWIP. Fasilitas yang dilihat antara lain industri bahan baku baterai atau precursor, pengolahan nikel, hingga fasilitas industri aluminium.

Bagi pemerintah, perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa kebijakan hilirisasi tidak lagi berhenti pada pengolahan bahan mentah di dalam negeri. Ekosistem industri yang dibangun mulai bergerak ke berbagai produk turunan, termasuk material baterai, aluminium, komponen kendaraan dan alat berat, hingga sektor pendukung energi bersih.

Prabowo dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada para investor dan mitra yang telah menanamkan modal serta mempercayakan pengembangan industrinya di Indonesia. Ia menilai kerja sama tersebut merupakan bagian penting dalam mendorong kemajuan industrialisasi nasional.

Pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa keseluruhan proyek yang diluncurkan di IWIP diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global. Nilai investasi sekitar Rp180 triliun tersebut menjadi salah satu proyek hilirisasi berskala besar yang diluncurkan pemerintah pada 2026.

Di tengah agenda strategis tersebut, candaan Prabowo mengenai durasi pidato menjadi momen yang berbeda dari pembahasan serius mengenai investasi dan industrialisasi. Pernyataan soal “pidato tiga jam” menunjukkan gaya komunikasi Prabowo yang sesekali menyelipkan humor ketika berinteraksi dengan peserta acara.

Namun di balik suasana santai itu, pesan utama yang dibawa pemerintah tetap berkaitan dengan percepatan hilirisasi. Ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan peluncuran 11 proyek industri di IWIP menjadi bagian dari ambisi pemerintah untuk mengubah Indonesia dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi negara yang memiliki basis produksi industri bernilai tambah.

Dengan dimulainya sejumlah proyek tersebut, kawasan Weda Bay semakin diposisikan sebagai salah satu pusat penting pengembangan industri berbasis nikel, baterai kendaraan listrik, aluminium, serta berbagai industri pendukungnya. Pemerintah berharap perkembangan tersebut tidak hanya meningkatkan investasi dan ekspor, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat di Maluku Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Tag

Memuat tag berita...