Polda Metro Jaya memastikan selebgram Julia Prastini (JP) alias Jule tidak terlibat dalam peredaran vape yang diduga mengandung zat etomidate. Setelah rangkaian pemeriksaan dilakukan, polisi menyatakan Jule hanya berstatus sebagai pengguna atau pemakai dan tidak ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatannya dalam kegiatan mengedarkan maupun menjual zat tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan kesimpulan tersebut diperoleh setelah penyidik memeriksa Jule, meminta keterangan para saksi, menelusuri riwayat komunikasi, memeriksa jumlah barang bukti, hingga menganalisis alat bukti lain yang berkaitan dengan perkara.
“Penyidik tidak menemukan fakta yang mengarah pada keterlibatan JP dalam kegiatan mengedarkan atau menjual narkotika. Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, JP diketahui sebagai pengguna atau pemakai,” kata Budi, Selasa (22/9/2026).
Hasil pemeriksaan urine juga menunjukkan Jule positif mengonsumsi etomidate. Polisi menyebut Jule mengakui kepada penyidik bahwa dirinya baru menggunakan vape tersebut sekitar dua hingga tiga minggu dan menyampaikan alasan penggunaan berkaitan dengan kondisi stres.
Meski dinyatakan positif, Jule tidak ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara peredaran tersebut. Ia menjalani asesmen oleh Tim Asesmen Terpadu BNNP DKI Jakarta, yang kemudian merekomendasikan agar Jule menjalani rehabilitasi.
“Direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi sesuai hasil asesmen,” ujar Budi.
Dengan keputusan tersebut, posisi hukum Jule berbeda dengan tiga orang lain yang diamankan polisi dalam pengembangan perkara. Mereka adalah dua perempuan berinisial RR dan RN serta seorang warga negara China berinisial XC. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan peredaran vape yang mengandung etomidate.
Pengungkapan perkara bermula ketika polisi menangkap RR dan RN di sebuah apartemen di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada 14 September 2026. Dari lokasi tersebut, penyidik menemukan 27 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate.
Penyidik kemudian mengembangkan informasi mengenai asal barang dan mengarah kepada XC. Warga negara China tersebut diamankan di sebuah hotel di kawasan Kembangan. Polisi menemukan tambahan 71 cartridge vape dengan model serupa dari lokasi tersebut.
Dari rangkaian penyelidikan itulah nama Jule kemudian muncul. Polisi mendapatkan informasi mengenai adanya paket yang dikirim kepada Jule dan diterima di sebuah apartemen kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Saat paket tersebut diperiksa, petugas menemukan satu cartridge vape yang diduga mengandung etomidate. Jule kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan terkait barang yang diterimanya.
Dari keseluruhan pengungkapan, polisi mengamankan 99 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate. Namun, keberadaan barang tersebut di tangan atau tujuan penggunaannya kepada Jule tidak serta-merta membuatnya dikategorikan sebagai bagian dari jaringan peredaran.
Polisi menyebut pemeriksaan terhadap riwayat komunikasi, keterangan saksi, jumlah barang bukti, dan alat bukti lainnya tidak menemukan fakta yang menunjukkan Jule menjalankan aktivitas menjual atau mengedarkan. Karena itu, penyidik menempatkannya sebagai pengguna dan bukan tersangka peredaran.
Kasus tersebut juga menjadi perhatian karena etomidate merupakan zat yang sebenarnya dikenal dalam dunia medis sebagai obat anestesi, tetapi penyalahgunaannya dalam cairan vape menjadi persoalan kesehatan dan penegakan hukum. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelumnya telah mengingatkan mengenai kemunculan zat dan produk baru yang disalahgunakan melalui vape serta perlunya pengawasan terhadap zat adiktif dan new psychoactive substances.
BNN juga telah menyoroti fenomena vape yang terindikasi mengandung etomidate sebagai salah satu pola baru penyalahgunaan zat. Dalam forum pada Februari 2026, BNN menyebut penggunaan zat adiktif melalui rokok elektronik menjadi tantangan yang semakin kompleks karena produk dapat dipersepsikan sebagai barang konsumsi biasa.
Pengungkapan di wilayah Bandara Soekarno-Hatta menjadi bagian dari upaya polisi membongkar jalur distribusi yang diduga menyuplai cartridge tersebut. Berdasarkan keterangan polisi, jaringan itu diduga mulai beroperasi sejak Juli 2026dan pemasarannya dilakukan melalui sistem pertemanan atau komunikasi dari mulut ke mulut.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana penyidikan bergerak dari pengguna menuju pihak yang diduga berperan dalam distribusi. Penangkapan RR dan RN menjadi pintu masuk, kemudian penyidik menelusuri asal barang hingga XC, sebelum menemukan adanya pengiriman cartridge kepada Jule.
Namun, polisi membedakan secara tegas posisi Jule dengan tiga tersangka tersebut. Jule disebut sebagai pemakai, sementara RR, RN, dan XC menghadapi proses hukum atas dugaan keterlibatan dalam peredaran.
Keputusan untuk tidak menetapkan Jule sebagai tersangka juga menjadi bagian dari mekanisme penanganan pengguna. Setelah hasil asesmen BNNP DKI Jakarta keluar, Jule direkomendasikan menjalani rehabilitasi. Langkah tersebut menunjukkan bahwa proses hukum dalam perkara ini tidak semata-mata diarahkan pada pengguna, tetapi juga pada pihak yang diduga menjadi bagian dari rantai distribusi.
Sementara itu, penyidikan terhadap RR, RN, dan XC masih terus berjalan. Polisi masih mendalami asal barang, pola distribusi, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.
Bagi publik, perkembangan kasus Jule juga memberikan gambaran bahwa keterlibatan seseorang dalam sebuah perkara tidak selalu berarti memiliki status hukum yang sama. Dalam kasus ini, selebgram tersebut memang dinyatakan positif mengonsumsi etomidate, tetapi polisi menyatakan tidak menemukan bukti keterlibatan dalam kegiatan peredaran.
Dengan demikian, posisi hukum Jule saat ini adalah pengguna yang direkomendasikan menjalani rehabilitasi, sedangkan tiga orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan peredaran vape yang mengandung etomidate.
Kasus tersebut masih menyisakan sejumlah pertanyaan, terutama mengenai sumber cartridge, jalur distribusinya, serta seberapa luas jaringan yang diduga beroperasi. Penelusuran terhadap komunikasi dan transaksi menjadi bagian penting untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Di sisi lain, munculnya etomidate dalam bentuk vape kembali menjadi perhatian terhadap pola baru penyalahgunaan zat. Bentuknya yang menyerupai produk rokok elektronik membuat pengawasan menjadi semakin kompleks, sementara aparat harus membedakan antara pengguna, penyalahguna, dan pihak yang menjalankan distribusi.
Untuk saat ini, polisi telah memastikan satu hal: Jule tidak ditetapkan sebagai bagian dari jaringan peredaran. Hasil pemeriksaan dan asesmen menempatkannya sebagai pengguna yang akan menjalani rehabilitasi, sementara penyidikan terhadap RR, RN, dan XC terus dikembangkan untuk membongkar jalur peredaran vape etomidate tersebut secara lebih luas.