KLATEN – Suasana meriah Festival Memet Ikan 2026 di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, berubah duka setelah seorang peserta meninggal dunia saat mengikuti kegiatan berebut ikan. Korban diketahui bernama Suheri (45), warga Kecamatan Bayat, Klaten. Peristiwa tersebut terjadi ketika ribuan warga mengikuti tradisi memancing dan berebut ikan dalam rangkaian festival. Di tengah antusiasme peserta, Suheri tiba-tiba mengalami kondisi darurat hingga akhirnya jatuh pingsan.
Pamapta 2 Polresta Klaten, Ipda Jarot Dwi Haryono, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya peserta yang tidak sadarkan diri saat kegiatan berlangsung.
"Kita mendapatkan laporan ada orang yang pingsan dalam pelaksanaan festival berebut ikan dan setelah dicek korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Jarot.
Setelah mengalami pingsan, korban sempat mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa Suheri tidak berhasil diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan pemeriksaan awal dari petugas medis Puskesmas, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menyimpulkan korban meninggal secara wajar.
"Yang bersangkutan meninggal wajar. Punya riwayat hipertensi, kelelahan, pingsan, mungkin juga serangan jantung dan meninggal dunia," tambah Ipda Jarot.
Dugaan sementara, kondisi fisik korban menurun akibat aktivitas yang cukup menguras tenaga saat mengikuti kegiatan festival, ditambah adanya riwayat penyakit yang dimiliki sebelumnya. Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut. Keluarga juga menyatakan tidak menghendaki dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan terkait keputusan tersebut.
Festival Memet Ikan sendiri merupakan kegiatan tradisi masyarakat yang menjadi salah satu daya tarik warga Klaten. Acara tersebut biasanya diikuti masyarakat dengan penuh antusias karena menghadirkan suasana kebersamaan dan hiburan bagi warga. Meski berlangsung dalam suasana kegembiraan, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan saat mengikuti kegiatan yang melibatkan aktivitas fisik. Warga, khususnya yang memiliki riwayat penyakit tertentu, diimbau untuk mengenali batas kemampuan tubuh dan segera beristirahat apabila mengalami keluhan kesehatan. Pihak kepolisian juga mengimbau panitia kegiatan masyarakat agar tetap menyiapkan langkah antisipasi, termasuk fasilitas pertolongan pertama, guna menghadapi kemungkinan kondisi darurat selama acara berlangsung.

