Memuat berita

Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, Dua Laga Kandang Harus Dipindah dari Jakarta

19 September 2026
5

Persija Jakarta memilih menempuh jalur banding untuk merespons sanksi yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI setelah pertandingan melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija, Albinus Laurent, memastikan manajemen klub akan menggunakan hak banding sesuai mekanisme yang tersedia dalam Pasal 117 Kode Disiplin PSSI. Langkah tersebut ditempuh setelah Komdis menjatuhkan hukuman yang berdampak langsung terhadap penyelenggaraan dua pertandingan kandang Persija.

“Ya, kami akan banding,” kata Albinus Laurent pada Jumat (18/9/2026).

Sanksi tersebut diberikan setelah Komdis PSSI mencatat sejumlah pelanggaran dalam rangkaian laga Persija kontra Persib. Pertandingan yang berlangsung dalam atmosfer penuh rivalitas itu sendiri berakhir dengan kemenangan Persija 2-1 melalui gol Ivan Mamut pada masa injury time.

Namun, hasil di lapangan tidak menghapus persoalan disiplin yang terjadi sebelum dan selama pertandingan. Salah satu insiden yang menjadi dasar hukuman adalah penyalaan kembang api di sekitar hotel tempat skuad Persib menginapsehari sebelum pertandingan.

Selain itu, Komdis mencatat adanya pelemparan botol air minum dari tribun ke arah pemain Persib, penyalaan tiga flare di Tribun Utara, serta pelemparan petasan dari Tribun Barat. Komdis juga mencatat keberadaan sejumlah orang yang tidak memiliki akreditasi atau ID card di area lapangan dan sekitar ruang ganti setelah pertandingan.

Rangkaian pelanggaran tersebut berujung pada beberapa sanksi denda. Berdasarkan penjelasan Albinus Laurent, denda yang dikenakan mencapai Rp180 juta, terdiri dari denda Rp30 juta akibat pelemparan botol, Rp60 juta terkait flare dan petasan, Rp50 juta karena orang tanpa akreditasi masuk ke area lapangan, serta tambahan Rp40 juta atas penyalaan kembang api di hotel tempat tim Persib menginap.

Sementara itu, sanksi yang paling berdampak terhadap agenda pertandingan adalah larangan bagi Panpel Persija menyelenggarakan dua laga kandang di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Hukuman tersebut membuat Persija harus mencari venue di luar tiga wilayah tersebut untuk menjalani pertandingan sebagai tuan rumah.

Konsekuensi pertama sudah langsung terlihat. Persija harus menjamu Java United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9/2026). Laga tersebut merupakan pertandingan kandang Persija yang masuk dalam masa hukuman Komdis PSSI.

Pertandingan berikutnya yang terdampak adalah duel kandang menghadapi Arema FC pada 21 Oktober 2026. Dengan sanksi yang masih berlaku, Persija harus menentukan stadion alternatif di luar DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten apabila hukuman tersebut belum berubah setelah proses banding.

Bagi Persija, perpindahan laga kandang bukan sekadar persoalan mencari stadion pengganti. Klub kehilangan kesempatan bermain di lingkungan kandangnya sendiri dan harus menyesuaikan berbagai aspek operasional pertandingan, mulai dari logistik, perjalanan tim, hingga dukungan suporter.

Persija juga memastikan pertandingan melawan Java United tetap berstatus sebagai laga kandang yang terkena hukuman Komdis, sehingga pemindahan venue ke Bali tidak dihitung sebagai pemindahan kandang biasa berdasarkan ketentuan reguler kompetisi.

Langkah banding kini menjadi jalan yang ditempuh manajemen untuk meminta peninjauan kembali terhadap keputusan tersebut. Berdasarkan ketentuan Kode Disiplin PSSI, keputusan tertentu dari Komdis dapat diajukan ke Komite Banding, termasuk sanksi yang tidak termasuk dalam pengecualian sebagaimana diatur dalam pasal tersebut.

Dalam mekanisme tersebut, pihak yang terkena sanksi dapat mengajukan banding berdasarkan ketidakakuratan fakta yang menjadi dasar keputusan maupun persoalan penerapan peraturan. Artinya, proses banding memberikan ruang bagi Persija untuk menyampaikan alasan dan bukti yang menurut mereka relevan terhadap sanksi yang dijatuhkan.

Albinus Laurent menyebut klub kini mempersiapkan dokumen dan memori banding. Fokus Persija terutama diarahkan pada hukuman pertandingan usiran dan denda tambahan yang muncul bersamaan dengan sanksi larangan menjadi tuan rumah di tiga wilayah tersebut.

Meski demikian, proses banding tidak otomatis menghapus hukuman yang sudah berlaku. Karena pertandingan menghadapi Java United telah masuk dalam status pertandingan terhukum, laga tersebut tetap digelar di Bali sambil menunggu perkembangan proses hukum olahraga yang ditempuh Persija.

Situasi ini terjadi hanya sepekan setelah Persija meraih kemenangan penting atas rivalnya, Persib Bandung. Macan Kemayoran mengawali musim BRI Super League 2026/2027 dengan dua kemenangan beruntun, masing-masing atas Borneo FC Samarinda dan Persib, tetapi momentum tersebut kini dibarengi persoalan disiplin yang memaksa mereka meninggalkan Jakarta untuk sementara.

Pelatih Persija Shin Tae-yong sebelumnya menyatakan perpindahan pertandingan ke Bali tidak mengubah fokus persiapan tim. Program latihan tetap berjalan sesuai rencana meski Persija tidak memperoleh keuntungan bermain di hadapan langsung pendukungnya di Jakarta.

Di sisi lain, sanksi tersebut kembali menyoroti persoalan perilaku suporter dan pengamanan pertandingan dalam sepak bola Indonesia. Bagi klub, tanggung jawab penyelenggaraan pertandingan tidak hanya berhenti pada jalannya permainan, tetapi juga mencakup pengelolaan keamanan, akses area pertandingan, serta pencegahan tindakan yang dapat membahayakan pemain dan penonton.

Komdis PSSI juga memberikan peringatan bahwa pengulangan pelanggaran serupa dapat berujung pada hukuman yang lebih berat. Karena itu, hasil proses banding bukan satu-satunya perhatian Persija; klub juga harus memastikan penyelenggaraan pertandingan berikutnya memenuhi standar disiplin yang ditetapkan federasi.

Kini Persija berada di tengah dua agenda sekaligus. Di lapangan, tim harus menjaga performa setelah meraih dua kemenangan awal musim. Di luar lapangan, manajemen sedang berjuang melalui jalur banding untuk mengurangi dampak sanksi yang membuat dua laga kandang mereka harus dimainkan jauh dari Jakarta.

Apapun hasil proses banding nantinya, pertandingan Persija melawan Java United di Bali tetap menjadi konsekuensi langsung dari hukuman Komdis. Setelah itu, keputusan terkait laga berikutnya akan sangat bergantung pada hasil pemeriksaan Komite Banding PSSI terhadap permohonan yang diajukan Persija.

Rivalitas panas Persija dan Persib pun akhirnya meninggalkan persoalan yang jauh lebih panjang dari 90 menit pertandingan. Kemenangan 2-1 di SUGBK sudah tercatat dalam sejarah musim ini, tetapi rangkaian pelanggaran di sekitar laga tersebut kini membuat Persija harus berhadapan dengan agenda lain: mempertahankan hak bermain sebagai tuan rumah sekaligus memastikan kedisiplinan suporter dan penyelenggaraan pertandingan tidak kembali menjadi masalah.

Tag

Memuat tag berita...