Memuat berita

MotoGP Mandalika 2026 Makin Dekat, 66 Penerbangan Tambahan Disiapkan, Akomodasi Hampir Penuh

18 September 2026
3

Jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, perhatian kini tidak hanya tertuju pada kesiapan Pertamina Mandalika International Circuit, tetapi juga pada kesiapan seluruh ekosistem pariwisata di Lombok. InJourney bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), ITDC, MGPA, serta pelaku usaha pariwisata terus mematangkan berbagai kebutuhan untuk menyambut ribuan penonton dan wisatawan yang diperkirakan memadati Lombok selama race week.

Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan perjalanan wisatawan berlangsung lebih lancar, mulai dari akses menuju Lombok, konektivitas antarmoda, ketersediaan tempat menginap, hingga berbagai aktivitas wisata di luar area sirkuit. Langkah ini dilakukan karena MotoGP Mandalika tidak hanya diposisikan sebagai agenda olahraga internasional, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah.

Salah satu tantangan terbesar adalah konektivitas udara. Direktur Utama InJourney Maya Watono mengungkapkan telah tercatat 66 penerbangan tambahan dari dan menuju NTB untuk periode penyelenggaraan MotoGP 2026. Menariknya, hampir seluruh tambahan penerbangan tersebut menggunakan pesawat berbadan lebar atau wide body, yang diharapkan mampu menambah kapasitas angkut wisatawan dan penonton dari berbagai daerah.

Tambahan penerbangan tersebut juga menjadi respons terhadap meningkatnya permintaan perjalanan menuju Lombok. Sejumlah maskapai seperti Garuda Indonesia, Pelita Air, Citilink, dan AirAsia disebut menyiapkan penambahan penerbangan, terutama mulai sekitar H-5 sebelum balapan. Kapasitas tambahan pun masih dapat berkembang mengikuti permintaan selama periode pelaksanaan MotoGP.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak MotoGP terhadap mobilitas wisatawan mulai terasa bahkan sebelum ajang berlangsung. Arus kedatangan tidak hanya berasal dari wisatawan domestik, tetapi juga membuka peluang peningkatan kunjungan dari pasar internasional yang menjadikan Lombok sebagai tujuan perjalanan sekaligus menyaksikan balapan kelas dunia.

Namun, tingginya minat datang ke Mandalika juga membawa tantangan pada sektor akomodasi. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Ni Ketut Wolini menyebut tingkat okupansi akomodasi di NTB menjelang MotoGP 2026 telah mendekati 100 persen dan masih berpotensi meningkat seiring semakin dekatnya hari pelaksanaan.

Di kawasan inti Mandalika, tingkat hunian bahkan dilaporkan telah mencapai 100 persen untuk periode tiga hari penyelenggaraan MotoGP. Kondisi tersebut membuat penyelenggara menyiapkan sejumlah pilihan penginapan alternatif agar keterbatasan kamar hotel tidak menjadi hambatan bagi wisatawan yang tetap ingin datang ke Lombok.

Salah satu alternatif yang disiapkan adalah camping ground dan area campervan. ITDC juga menyiapkan fasilitas akomodasi tambahan melalui Sade Social Club dan Sade Social Space. Sebanyak 38 kamar baru disiapkan untuk menambah kapasitas penginapan di tengah tingginya permintaan selama penyelenggaraan MotoGP.

Dampak tingginya permintaan juga mulai dirasakan kawasan di luar Mandalika. Senggigi dan Kota Mataram ikut menjadi pilihan wisatawan ketika kamar di kawasan sekitar sirkuit semakin terbatas. Kondisi ini membuka peluang agar manfaat ekonomi MotoGP tidak hanya terkonsentrasi di kawasan The Mandalika, tetapi ikut mengalir ke wilayah lain di Lombok.

Untuk mendukung mobilitas penonton di darat, Pemprov NTB juga menyiapkan 118 unit shuttle bus. Armada tersebut akan menjadi salah satu pilihan transportasi untuk membantu pergerakan penonton menuju dan dari kawasan sirkuit selama ajang berlangsung. Pemerintah daerah juga terus membenahi akses jalan dan penerangan untuk mendukung kelancaran mobilitas selama race week.

Kesiapan sirkuit sendiri terus dikebut menjelang homologasi dan pelaksanaan balapan. Berdasarkan perkembangan terbaru, pekerjaan civil works telah mencapai sekitar 90 persen, backbone 80 persen, track painting 60 persen, dan race electronic 60 persen. Sementara pekerjaan kelistrikan, fire protectionstorage circuit, dan common garage telah mencapai 100 persen.

Sejumlah sistem pendukung operasional balap juga terus diperkuat, termasuk light systemlap countercontroller digital flagvideo matrix wall, CCTV lintasan, serta perangkat komunikasi. Pengecekan langsung di lintasan dilakukan sebagai bagian dari persiapan menuju homologasi dan memastikan seluruh perangkat pendukung memenuhi kebutuhan operasional balapan.

Koordinasi yang dilakukan InJourney dan pemerintah daerah juga mencakup sektor keamanan, kesehatan, transportasi, akomodasi, pariwisata, hingga keterlibatan masyarakat lokal. Pendekatan tersebut diarahkan agar pengalaman wisatawan tidak berhenti di sirkuit, tetapi berlanjut ke berbagai destinasi, kuliner, produk ekonomi kreatif, serta pengalaman budaya yang ditawarkan NTB.

InJourney menempatkan MotoGP sebagai salah satu katalis pengembangan pariwisata. Direktur Utama InJourney Maya Watono menilai event olahraga berskala internasional seperti MotoGP dapat menjadi momentum untuk mendorong kunjungan wisatawan, aktivitas ekonomi daerah, devisa, dan penguatan nation branding Indonesia. Karena itu, penyelenggaraan ajang tersebut dipandang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, pelaku industri, hingga masyarakat.

Pengalaman penyelenggaraan tahun sebelumnya turut menjadi bahan evaluasi. Pada MotoGP 2025, kawasan The Mandalika mencatat tingkat hunian hotel 100 persen, sedangkan tingkat hunian di Kota Mataram rata-rata sekitar 90 persen. Event tersebut juga disebut menghadirkan lebih dari 140 ribu penonton dan memberikan dampak ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp4,96 triliun secara nasional.

Dengan waktu menuju balapan yang semakin dekat, berbagai persiapan kini diarahkan untuk memastikan konektivitas, akomodasi, transportasi, dan layanan wisata mampu mengikuti tingginya antusiasme masyarakat. Tambahan 66 penerbangan, shuttle bus, hingga pilihan akomodasi alternatif menjadi bagian dari strategi untuk membuat perjalanan menuju Mandalika tidak sekadar lebih mudah, tetapi juga lebih terintegrasi.

Pada akhirnya, MotoGP Mandalika 2026 bukan hanya soal apa yang terjadi di lintasan sepanjang 4,3 kilometer dengan 17 tikungan tersebut. Momentum ini juga menjadi ujian bagi kesiapan Lombok sebagai destinasi wisata yang mampu menyambut event internasional dalam skala besar sekaligus mengubah arus kedatangan wisatawan menjadi peluang bagi hotel, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan masyarakat lokal.

Dengan persiapan yang kini memasuki fase akhir, Mandalika bersiap kembali menjadi panggung balap dunia pada 9–11 Oktober 2026. Ketika suara mesin MotoGP mulai bergema, Lombok diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya balapan, tetapi juga menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan wisatawan yang datang dari berbagai penjuru Indonesia dan dunia.

Tag

Memuat tag berita...