Memuat berita

Mentan Amran Minta Peternak Tak Perlu Demo, Cukup Datang Langsung: Keluhan Akan Saya Bereskan

10 Oktober 2026
4

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta petani dan peternak tidak perlu turun ke jalan untuk menyampaikan keluhan terkait persoalan usaha mereka. Amran mempersilakan para pelaku sektor pertanian dan peternakan datang langsung menemuinya agar permasalahan dapat dibicarakan dan dicarikan solusi melalui dialog.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran di kediamannya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2026). Ia menegaskan, selama kebijakan terkait persoalan yang dihadapi petani dan peternak berada dalam kewenangannya, dirinya akan berupaya mencari jalan keluar.

"Saya minta seluruh asosiasi tidak usah repot turun demo. Datang ke saya, insyaallah selama kebijakan di tangan saya, saya beresin untuk peternak Indonesia," ujar Amran.

Amran menyampaikan pernyataan itu setelah menerima peternak ayam petelur yang sebelumnya menggelar demonstrasi di Gedung DPR. Para peternak menyuarakan keluhan mengenai anjloknya harga telur di tingkat peternak, sementara biaya pakan masih tinggi. Kondisi tersebut menekan keuntungan dan keberlangsungan usaha mereka.

Menanggapi persoalan tersebut, Amran menerima para peternak di kediamannya pada Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Pertemuan berlangsung lebih dari dua jam untuk mendengarkan keluhan sekaligus membahas langkah yang dapat ditempuh guna membantu meringankan beban usaha peternak.

Salah satu langkah yang diinstruksikan Amran adalah meminta Perum Bulog menyediakan pasokan jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Jagung merupakan salah satu bahan baku utama pakan unggas, sehingga ketersediaan pasokan dengan harga yang terjangkau menjadi faktor penting dalam menekan biaya produksi peternak ayam petelur.

Bagi peternak, tingginya biaya pakan dapat menggerus pendapatan, terutama ketika harga telur di tingkat produsen justru mengalami penurunan. Ketidakseimbangan antara biaya produksi dan harga jual membuat pelaku usaha kesulitan mempertahankan keuntungan, bahkan berisiko mengalami kerugian apabila kondisi berlangsung terus-menerus.

Melalui penyediaan jagung pakan SPHP, pemerintah diharapkan dapat membantu memperbaiki akses peternak terhadap bahan baku sekaligus mengurangi tekanan biaya produksi. Namun, efektivitas langkah tersebut akan bergantung pada ketersediaan pasokan, mekanisme distribusi, harga penyaluran, serta ketepatan penerima manfaat.

Amran sebelumnya juga menunjukkan pendekatan serupa ketika menghadapi demonstrasi petani asal Indramayu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian pada akhir September 2026. Saat itu, ia mengajak para petani masuk ke kantor untuk berdialog secara langsung dan membicarakan persoalan yang mereka hadapi.

Pendekatan tersebut, menurut Amran, diharapkan membuka ruang komunikasi yang lebih cepat antara pemerintah dan pelaku usaha di sektor pertanian. Dengan bertemu langsung, keluhan dapat disampaikan kepada pihak yang berwenang sehingga pembahasan mengenai solusi tidak harus menunggu persoalan berkembang menjadi lebih besar.

Meski demikian, penyelesaian persoalan petani dan peternak tetap membutuhkan tindak lanjut yang terukur. Untuk kasus peternak ayam petelur, ketersediaan jagung pakan menjadi salah satu aspek penting, tetapi kestabilan harga telur, keseimbangan pasokan dan permintaan, serta biaya produksi secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.

Pernyataan Amran sekaligus menempatkan dialog sebagai salah satu jalur penyampaian aspirasi kepada pemerintah. Di sisi lain, keberhasilan pendekatan tersebut akan dinilai dari pelaksanaan kebijakan di lapangan dan sejauh mana langkah yang diambil benar-benar membantu petani serta peternak mengatasi persoalan usaha mereka.

Tag

Memuat tag berita...