Memuat berita

Menbud Fadli Zon Ungkap Kebutuhan Anggaran Rekonstruksi Desa Adat Sade yang Terbakar

04 September 2026
18

LOMBOK TENGAH – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkapkan kebutuhan anggaran untuk merekonstruksi Desa Adat Sade, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah kawasan permukiman adat Suku Sasak tersebut dilanda kebakaran. Kebakaran sebelumnya menghanguskan sejumlah bangunan di Desa Adat Sade, termasuk rumah tradisional masyarakat Suku Sasak. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena Sade merupakan salah satu kawasan adat dan destinasi budaya yang memiliki nilai penting bagi pelestarian tradisi masyarakat Sasak.

Fadli Zon mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan langkah rekonstruksi untuk memulihkan kawasan yang terdampak kebakaran. Proses tersebut tidak hanya menyasar rumah adat yang mengalami kerusakan, tetapi juga sejumlah fasilitas dan bangunan pendukung di kawasan Desa Adat Sade. Menurut Fadli, rekonstruksi akan mencakup sebanyak 75 rumah adat Suku Sasak yang terbakar. Selain itu, pemerintah juga akan menangani 65 kios, satu masjid, serta kawasan Desa Adat Sade secara keseluruhan.

Kebutuhan anggaran untuk proses rekonstruksi tersebut menjadi salah satu hal yang tengah dihitung pemerintah. Besaran dana diperlukan untuk memastikan bangunan yang dibangun kembali tetap mempertahankan karakter, bentuk, dan nilai budaya masyarakat Sasak. Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait guna membahas proses pemulihan kawasan tersebut.

Koordinasi lintas kementerian dan lembaga diperlukan mengingat penanganan Desa Adat Sade tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali bangunan yang terbakar, tetapi juga menyangkut aspek pelestarian budaya dan keberlanjutan kawasan adat. Rumah-rumah tradisional yang akan direkonstruksi diharapkan tidak sekadar menjadi bangunan pengganti, melainkan tetap mencerminkan karakter arsitektur tradisional Suku Sasak. Hal ini penting agar identitas budaya Desa Adat Sade tetap terjaga setelah proses pemulihan selesai. Selain rumah adat, keberadaan kios juga menjadi bagian penting dalam pemulihan kawasan. Kios-kios tersebut berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan di kawasan Desa Adat Sade.

Sementara itu, pembangunan kembali masjid dan penataan kawasan secara menyeluruh diharapkan dapat mengembalikan fungsi sosial serta aktivitas masyarakat yang sempat terdampak akibat kebakaran. Pemerintah juga perlu memastikan proses rekonstruksi dilakukan dengan memperhatikan karakter kawasan adat. Dengan demikian, pemulihan tidak menghilangkan nilai sejarah, tradisi, serta kearifan lokal yang menjadi identitas Desa Adat Sade. Desa Adat Sade sendiri dikenal sebagai salah satu pusat kehidupan tradisional masyarakat Sasak di Pulau Lombok. Kawasan ini menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan untuk melihat secara langsung kehidupan, arsitektur, dan tradisi masyarakat Sasak.

Kebakaran yang melanda kawasan tersebut pun tidak hanya menimbulkan kerugian material bagi masyarakat, tetapi juga menjadi tantangan bagi upaya pelestarian warisan budaya lokal. Dengan adanya koordinasi antara Kementerian Kebudayaan, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait, proses rekonstruksi diharapkan dapat segera dilakukan secara terencana. Pemerintah kini perlu memastikan dukungan anggaran dan teknis agar 75 rumah adat, 65 kios, masjid, serta kawasan Desa Adat Sade dapat kembali berdiri dan berfungsi, sekaligus tetap mempertahankan keaslian nilai budaya Suku Sasak.

Tag

Memuat tag berita...