Memuat berita

Mayat Pria Ditemukan di Pulau Enggano, Polda Banten Tunggu Hasil DNA Keluarga Korban Arupadhatu 1

15 September 2026
6

Polda Banten masih menunggu hasil pencocokan DNA antara keluarga korban hilangnya kapal Arupadhatu 1 dengan sesosok mayat pria tanpa identitas yang ditemukan di kawasan pesisir Pulau Enggano, Bengkulu. Mayat tersebut ditemukan di kawasan pesisir Desa Khayapu, Pulau Enggano, dan kemudian dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu pada Sabtu (12/9) sore. Penemuan jenazah itu menjadi perhatian dalam rangkaian pencarian korban kapal Arupadhatu 1 yang hilang ketika membawa sejumlah jurnalis dan kru untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kepolisian menyampaikan bahwa proses autopsi terhadap mayat pria tersebut telah dilakukan. Selanjutnya, tim menunggu hasil pemeriksaan dan pencocokan DNA dengan sampel dari keluarga para korban untuk memastikan identitas jenazah.

Berdasarkan informasi dari Polda Bengkulu, jenazah yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan diperkirakan sekitar 165 sentimeter. Kondisi wajah korban mengalami sedikit kerusakan sehingga proses identifikasi secara visual menjadi sulit dilakukan. Dari perkiraan fisik, korban diperkirakan berusia di atas 50 tahun. Karena kondisi tersebut, kepolisian tidak langsung menyimpulkan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan salah satu korban kapal Arupadhatu 1. Identifikasi melalui pemeriksaan DNA menjadi langkah penting untuk memastikan apakah terdapat keterkaitan antara mayat yang ditemukan di Pulau Enggano dengan delapan orang yang masih dinyatakan hilang.

Sementara itu, pencarian terhadap para korban kapal Arupadhatu 1 masih terus dilakukan. Hingga hari ketujuh pencarian, Senin (14/9), tim SAR gabungan belum menemukan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Operasi pencarian yang sebelumnya telah berlangsung selama tujuh hari kemudian diperpanjang selama tiga hari. Perpanjangan operasi dilakukan untuk memberikan waktu tambahan kepada tim SAR gabungan dalam menyisir wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan para korban.

Hilangnya kapal Arupadhatu 1 menjadi perhatian karena kapal tersebut membawa sejumlah jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan. Sejak dinyatakan hilang, proses pencarian melibatkan unsur SAR dan berbagai pihak terkait dengan penyisiran wilayah perairan serta lokasi yang dianggap memiliki kemungkinan menjadi titik ditemukannya korban. Penemuan sesosok mayat di Pulau Enggano kini menjadi salah satu petunjuk yang tengah ditelusuri aparat. Namun, sebelum hasil identifikasi resmi keluar, polisi masih berhati-hati dan belum memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan bagian dari korban hilangnya kapal Arupadhatu 1. Hasil pencocokan DNA diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai identitas mayat tersebut sekaligus menjawab kemungkinan adanya hubungan dengan para korban yang hingga kini masih dalam pencarian.

Di sisi lain, operasi SAR akan terus dilanjutkan selama masa perpanjangan tiga hari tersebut. Tim gabungan diharapkan dapat menemukan titik terang terkait keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadhatu 1 yang hingga kini belum diketahui nasibnya. Masyarakat pun diminta menunggu informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan proses identifikasi jenazah maupun hasil operasi pencarian. Kepastian identitas melalui pemeriksaan ilmiah menjadi hal penting agar informasi yang disampaikan kepada keluarga korban maupun publik dapat dipastikan kebenarannya.

Tag

Memuat tag berita...