Memuat berita

Listrik Padam Hampir Enam Jam di Kalsel, Ratusan Ikan Nila Bioflok Mati

30 Juli 2026
2

Kalimantan Selatan – Pemadaman listrik yang berlangsung hampir enam jam di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan berdampak serius terhadap usaha budi daya ikan dengan sistem bioflok. Ratusan ekor ikan nila milik pembudidaya dilaporkan mati karena aerator berhenti beroperasi.

Sistem bioflok sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil. Aerator berfungsi memasok oksigen ke dalam kolam secara terus-menerus. Ketika listrik padam dalam waktu lama, kadar oksigen di air menurun drastis sehingga ikan mengalami stres dan akhirnya mati massal. Kejadian ini menambah deretan dampak pemadaman listrik bergilir yang belakangan terjadi di Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Tengah. Gangguan pasokan listrik dipicu oleh kerusakan generator di PLTU Asam-Asam serta gangguan pada pembangkit Independent Power Producer (IPP).

Selain usaha budi daya ikan, pemadaman juga merugikan peternak unggas. Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, ribuan ekor ayam pedaging sempat mati akibat suhu kandang yang meningkat tajam saat listrik padam lebih dari lima jam. Pembudidaya ikan bioflok mengaku kesulitan karena tidak semua memiliki genset cadangan yang mampu beroperasi dalam jangka panjang. Kerugian material dan waktu panen menjadi konsekuensi yang harus ditanggung.

PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Tengah (UID Kalselteng) menyatakan sedang mempercepat perbaikan fasilitas pembangkit. Pasokan listrik diharapkan kembali normal secara bertahap menjelang akhir Agustus 2026. Pihak terkait mengimbau pembudidaya untuk menyiapkan sistem cadangan listrik atau genset guna mengantisipasi pemadaman mendadak. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan PLN agar dampak terhadap sektor perikanan dan peternakan dapat diminimalisasi.

Kasus kematian ikan nila ini menjadi pengingat betapa pentingnya stabilitas pasokan listrik bagi usaha budi daya intensif seperti sistem bioflok yang kini banyak dikembangkan di Kalimantan Selatan.

Tag

Memuat tag berita...