Bogor – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor terus mendalami penyidikan kasus dugaan korupsi proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bogor Utara. Dalam rangka pengumpulan alat bukti, tim penyidik melakukan penggeledahan di tiga lokasi yang diduga berkaitan dengan salah satu tersangka berinisial BAP pada Selasa (21/7/2026). Salah satu lokasi yang digeledah berada di kawasan Perumahan Pakuan Hills, Kecamatan Bogor Timur. Selain itu, tim penyidik juga mendatangi dua lokasi lain di Cemplang, Kecamatan Bogor Barat, serta Perumahan Duta Kencana 2, Kecamatan Tanah Sareal. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Bogor, Rinaldy Adriansyah, mengatakan penggeledahan dilakukan secara serentak dengan membagi tim ke masing-masing lokasi.
"Tiga titik, satu di Cemplang Bogor Barat, yang kedua di Perumahan Duta Kencana 2 Tanah Sareal, dan yang ketiga ini di Pakuan Hills," ujar Rinaldy kepada wartawan.
Menurut Rinaldy, proses penggeledahan berlangsung sekitar enam jam. Selama kegiatan tersebut, penyidik memeriksa sejumlah ruangan dan mengumpulkan barang-barang yang diduga berkaitan dengan perkara yang tengah disidik. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat alat bukti dalam proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan RSUD Bogor Utara. Dari hasil penggeledahan, tim penyidik mengamankan sejumlah dokumen serta perangkat elektronik yang dinilai berpotensi menjadi barang bukti.
"Untuk uang tidak ada, hanya dokumen-dokumen dan alat elektroniknya. Untuk alat elektroniknya berupa satu unit komputer," jelas Rinaldy. Barang-barang tersebut selanjutnya akan diperiksa secara mendalam guna mengetahui keterkaitannya dengan perkara yang sedang ditangani.
Kejari Kabupaten Bogor menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berlangsung. Penggeledahan merupakan salah satu tahapan untuk melengkapi alat bukti sekaligus mengungkap secara utuh dugaan tindak pidana yang terjadi dalam proyek RSUD Bogor Utara. Hingga saat ini, pihak kejaksaan belum membeberkan isi dokumen maupun data yang ditemukan selama penggeledahan karena seluruhnya masih dalam proses analisis penyidik. Kejaksaan juga belum menyampaikan kemungkinan adanya tersangka baru dalam perkara tersebut. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan sesuai hasil penyidikan yang sedang berjalan. Kasus dugaan korupsi RSUD Bogor Utara menjadi perhatian publik mengingat proyek tersebut berkaitan dengan pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Aparat penegak hukum memastikan penyidikan dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

