Memuat berita

Karhutla Kepung Gunung Merapi Ungup-Ungup, 11 Titik Api Berjarak 1 Km dari Kawasan Ijen

04 September 2026
31

BANYUWANGI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Gunung Merapi Ungup-Ungup, Banyuwangi, Jawa Timur. Sedikitnya 11 titik api terpantau di kawasan tersebut dan lokasinya berjarak sekitar satu kilometer dari Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Kebakaran mulai menjadi perhatian karena kobaran api dilaporkan telah terlihat hingga jalur pendakian Ijen pada Kamis (3/9/2026). Kondisi ini memicu kewaspadaan karena kawasan Ijen merupakan salah satu destinasi wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan. Pada Jumat (4/9/2026), petugas kembali melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api. Berdasarkan hasil pemantauan, api disebut telah merambat menuju sisi selatan Gunung Ijen dan bergerak ke arah barat.

Meski demikian, proses pemadaman secara langsung belum dapat dilakukan. Hal tersebut disebabkan lokasi titik api berada di area yang tidak memiliki akses jalan sehingga menyulitkan petugas untuk menjangkau kawasan yang terbakar. Kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran. Petugas harus mempertimbangkan akses menuju lokasi sekaligus memastikan keselamatan personel sebelum melakukan upaya pemadaman.

Sedikitnya 11 titik api telah terpantau di kawasan Gunung Merapi Ungup-Ungup. Jarak titik api yang hanya sekitar satu kilometer dari kawasan TWA Kawah Ijen membuat perkembangan kebakaran terus menjadi perhatian. Petugas melakukan pemantauan untuk mengetahui arah pergerakan api. Langkah tersebut penting dilakukan mengingat kondisi vegetasi dan cuaca yang kering dapat meningkatkan potensi api meluas dengan cepat. Selain memantau lokasi kebakaran, petugas juga mengantisipasi kemungkinan api bergerak mendekati kawasan wisata Ijen. Hingga Jumat (4/9), belum ada kepastian mengenai seberapa luas area yang telah terbakar. Penanganan di lapangan masih menyesuaikan kondisi medan dan akses menuju titik api.

Kebakaran dilaporkan sudah terlihat hingga jalur pendakian Ijen pada Kamis. Kemunculan api di sekitar kawasan tersebut menjadi perhatian karena jalur pendakian merupakan salah satu akses yang digunakan wisatawan menuju kawasan Gunung Ijen. Petugas terus mengawasi pergerakan api untuk memastikan kebakaran tidak semakin mendekati jalur wisata. Potensi gangguan terhadap aktivitas wisata juga menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan. Namun, informasi mengenai penutupan jalur pendakian akibat kebakaran hingga kini masih menunggu keputusan resmi dari pihak berwenang. Artinya, belum ada keputusan final mengenai apakah jalur pendakian akan ditutup atau tetap dibuka dengan pengaturan tertentu.

Upaya pemadaman belum dapat dilakukan secara langsung karena titik api berada di kawasan yang tidak memiliki akses jalan. Kondisi tersebut membuat petugas tidak dapat dengan mudah membawa peralatan pemadaman menuju lokasi. Dalam situasi seperti ini, pemantauan menjadi langkah penting untuk mengetahui perkembangan api sekaligus menentukan strategi penanganan yang paling memungkinkan. Petugas juga perlu mengantisipasi perubahan arah angin yang dapat menyebabkan api bergerak menuju wilayah lain. Kawasan Gunung Merapi Ungup-Ungup dan Gunung Ijen memiliki bentang alam yang didominasi kawasan hutan dan medan pegunungan. Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran membutuhkan kehati-hatian ekstra.

Pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan api meluas menuju kawasan TWA Kawah Ijen. Pihak berwenang juga masih menunggu perkembangan situasi sebelum mengambil keputusan terkait aktivitas pendakian. Keselamatan pengunjung dan petugas menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan tersebut. Masyarakat maupun wisatawan yang berencana beraktivitas di kawasan Ijen diharapkan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak memaksakan diri memasuki kawasan yang dinilai berisiko. Kebakaran di Gunung Merapi Ungup-Ungup menjadi pengingat bahwa kondisi kering selama musim kemarau dapat meningkatkan ancaman karhutla di kawasan pegunungan. Dengan api yang telah terpantau di sejumlah titik dan bergerak ke arah barat, pemantauan intensif diperlukan agar kebakaran tidak berkembang dan mengancam kawasan wisata Ijen.

Tag

Memuat tag berita...