Memuat berita

Kabut Asap Karhutla Picu Kecelakaan Beruntun di Barito Kuala, Kendaraan Ringsek Parah

12 Oktober 2026
5

Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Gubernur Syarkawi, Desa Terantang, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (11/10/2026) pagi. Insiden tersebut diduga berkaitan dengan kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti kawasan tersebut hingga membatasi jarak pandang pengendara.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, sejumlah kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Dua mobil pribadi tampak ringsek pada bagian depan setelah terlibat tabrakan dengan kendaraan lain. Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya benturan yang terjadi di tengah jarak pandang yang terbatas.

Informasi dari warga setempat menyebutkan, kabut asap saat kejadian begitu tebal hingga menyulitkan pengendara untuk melihat kondisi jalan dan kendaraan di depannya. Situasi ini diduga meningkatkan risiko tabrakan, terutama bagi kendaraan yang melintas dengan jarak berdekatan.

Salah seorang warga, Umi, mengatakan terdapat dua titik kejadian kecelakaan yang lokasinya berdekatan. Menurut dia, insiden tersebut melibatkan tiga kendaraan.

“Ada dua lokasi kejadian, tetapi berdekatan saja. Tiga mobil yang tabrakan,” ujar Umi.

Keterangan warga tersebut menggambarkan kondisi lalu lintas yang berbahaya saat kabut asap menutupi ruas jalan. Ketika jarak pandang menurun drastis, pengemudi memiliki waktu lebih singkat untuk mengenali hambatan di depan dan melakukan pengereman atau menghindari benturan.

Meski kendaraan mengalami kerusakan, kecelakaan tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, insiden ini menjadi peringatan bagi pengguna jalan mengenai bahaya berkendara di tengah kabut asap, khususnya pada pagi hari ketika asap masih menyelimuti kawasan terdampak kebakaran lahan.

Kabut asap akibat karhutla bukan hanya mengganggu kenyamanan perjalanan, tetapi juga dapat menimbulkan risiko keselamatan di jalan raya. Asap yang pekat membuat objek di depan kendaraan sulit terlihat, sementara jarak pengereman yang dibutuhkan tetap bergantung pada kecepatan, kondisi jalan, dan kemampuan pengemudi mengantisipasi situasi.

Pengendara yang melintasi Jalan Gubernur Syarkawi dan kawasan lain yang terdampak kabut asap diimbau untuk mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman antarkendaraan, serta menyalakan lampu utama agar kendaraan lebih mudah terlihat. Pengemudi juga perlu menghindari manuver mendadak dan tidak memaksakan perjalanan apabila jarak pandang sudah terlalu terbatas.

Jika kondisi asap membuat jalan nyaris tidak terlihat, pengendara sebaiknya mencari tempat berhenti yang aman di luar jalur lalu lintas dan menunggu hingga situasi memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Berhenti mendadak di badan jalan justru dapat meningkatkan risiko tabrakan dari kendaraan yang datang dari belakang.

Di sisi lain, penanganan karhutla menjadi hal penting untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat. Upaya pemadaman dan pemantauan titik api diperlukan agar asap tidak terus mengganggu aktivitas warga, kesehatan, serta keselamatan transportasi darat.

Hingga laporan ini disusun, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci kronologi benturan, identitas pengemudi, maupun penyebab pasti kecelakaan berdasarkan hasil pemeriksaan petugas. Karena itu, kabut asap dapat disebut sebagai kondisi yang diduga berkontribusi terhadap insiden, sementara penyebab pastinya tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kecelakaan di Barito Kuala ini menjadi pengingat bahwa kabut asap karhutla dapat membawa dampak lebih luas daripada gangguan kualitas udara. Ketika jarak pandang menurun, risiko kecelakaan meningkat dan keselamatan pengguna jalan dapat terancam. Kewaspadaan pengendara serta penanganan karhutla yang berkelanjutan menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Tag

Memuat tag berita...