Memuat berita

Jasad di Pulau Enggano Teridentifikasi sebagai Surakman, ABK Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda

24 September 2026
3

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi jasad yang sebelumnya ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, sebagai Surakman, anak buah kapal (ABK) yang berada dalam rombongan jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan. Kepastian identitas korban diperoleh setelah tim forensik melakukan serangkaian pemeriksaan ilmiah, termasuk pencocokan DNA dengan sampel yang diambil dari anak kandung korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan kecocokan sehingga jasad tersebut dipastikan merupakan Surakman, salah satu korban yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam insiden tersebut.

Identifikasi ini menjadi perkembangan penting dalam upaya pencarian dan pengungkapan nasib para korban yang hilang setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami musibah di kawasan Selat Sunda. Penemuan jasad Surakman sekaligus memberikan kepastian bagi keluarga yang selama ini menunggu kabar mengenai keberadaan korban. Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga korban di Kabupaten Pandeglang, Banten. Gubernur Banten Andra Soni turut mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga. Dalam kunjungannya, Andra menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas tragedi yang menimpa rombongan jurnalis dan awak kapal tersebut.

Kehadiran orang nomor satu di Provinsi Banten itu menjadi bentuk dukungan moral kepada keluarga korban yang tengah menghadapi masa sulit. Selain menyampaikan belasungkawa, Andra juga memberikan semangat kepada keluarga agar tetap tabah menghadapi cobaan yang terjadi. Meski satu korban berhasil ditemukan dan teridentifikasi, nasib sejumlah korban lain yang masih hilang hingga kini belum diketahui. Sebelumnya, operasi pencarian dan pertolongan yang dilakukan oleh Basarnas telah berlangsung selama 10 hari sesuai ketentuan yang berlaku sebelum akhirnya resmi dihentikan.

Menanggapi perkembangan terbaru berupa ditemukannya jasad Surakman, Basarnas menegaskan bahwa operasi pencarian terhadap korban lainnya belum dapat dibuka kembali. Hal tersebut karena pembukaan kembali operasi SAR harus mengikuti prosedur dan standar operasional yang berlaku. Basarnas menjelaskan bahwa setiap keputusan terkait perpanjangan maupun pembukaan kembali operasi pencarian harus melalui mekanisme tertentu sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Dengan demikian, ditemukannya satu jasad korban tidak secara otomatis membuat operasi SAR kembali dilaksanakan.

Tragedi hilangnya rombongan jurnalis dan awak kapal di Selat Sunda menjadi perhatian luas masyarakat. Selain melibatkan para pekerja media yang tengah menjalankan tugas jurnalistik, peristiwa ini juga menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban serta insan pers di berbagai daerah. Hingga saat ini, keluarga korban yang masih hilang terus berharap adanya perkembangan baru yang dapat memberikan kejelasan mengenai nasib kerabat mereka. Sementara itu, proses pemantauan dan koordinasi antarinstansi tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan ditemukannya petunjuk maupun korban lainnya di wilayah perairan sekitar.

Tag

Memuat tag berita...