JAKARTA - Menteri Sosial Republik Indonesia Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi agar tidak hanya menyampaikan tuntutan dari luar gedung Kementerian Sosial (Kemensos). Ia justru meminta warga yang datang untuk menyampaikan aspirasi masuk ke dalam kantor dan berdialog langsung dengan pihak Kemensos. Gus Ipul mengatakan langkah tersebut dilakukan karena Kemensos memiliki tugas utama untuk melayani masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi secara langsung dapat membuka ruang komunikasi sehingga persoalan yang disampaikan warga bisa segera didengar dan ditindaklanjuti.
"Karena tugas Kemensos adalah melayani rakyat! Jadi, tugas kami di sini melayani rakyat," kata Gus Ipul di Gedung Kemensos, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Gus Ipul kemudian meminta jajarannya tidak lagi membiarkan masyarakat yang datang untuk menyampaikan aspirasi hanya melakukan demonstrasi di luar kantor. Ia menginstruksikan agar warga yang ingin menyampaikan keluhan atau tuntutan diberi ruang untuk masuk dan menyampaikan persoalannya secara langsung.
"Maka ini kepada staf-staf, saya perintahkan tidak boleh ada lagi demo di luar! Kalau ada orang demo, silakan masuk ke dalam," tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi memberi tahu pihak Kemensos terlebih dahulu. Dengan demikian, kementerian dapat mempersiapkan kebutuhan untuk menerima masyarakat yang datang, termasuk menyesuaikan tempat dan jumlah orang yang akan menyampaikan aspirasi. Menurut Gus Ipul, masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi tidak harus datang dalam jumlah besar. Warga yang hanya berjumlah satu atau dua orang pun tetap dapat diterima untuk menyampaikan keluhan, selama sebelumnya membuat janji dengan pihak Kemensos.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul pada hari ketika ratusan warga yang tergabung dalam Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan (KWJK) mendatangi kantor Kemensos di Jakarta Pusat. Massa membawa sejumlah persoalan terkait pendataan sosial dan penyaluran bantuan sosial, termasuk keberatan terhadap penetapan desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebagian warga. Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menemui langsung massa aksi. Setelah mendengarkan orasi dari warga, massa kemudian diajak masuk ke area kantor Kemensos untuk melakukan dialog secara langsung.
Dalam dialog itu, warga menyampaikan berbagai keluhan mengenai data sosial ekonomi yang menjadi dasar penyaluran bantuan. Kemensos kemudian menerima sekitar 2.500 data yang diserahkan warga untuk dilakukan pendalaman, verifikasi, dan validasi. Gus Ipul mengatakan proses penelusuran tersebut akan dilakukan bersama perwakilan warga dan hasilnya diharapkan dapat diketahui paling lambat dalam waktu satu pekan. Gus Ipul juga menyatakan pemerintah menyadari bahwa data sosial yang digunakan untuk penyaluran bantuan belum sepenuhnya akurat. Karena itu, pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk mengoreksi, menyanggah, maupun mengusulkan perubahan apabila menemukan data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Dengan membuka ruang penyampaian aspirasi secara langsung, Kemensos berharap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dibahas bersama dan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang tersedia. Bagi Gus Ipul, masyarakat yang datang menyampaikan keluhan merupakan bagian dari proses perbaikan pelayanan sosial dan pendataan penerima bantuan.