Memuat berita

Gempa M4,4 Guncang Pacitan Dini Hari, Getaran Terasa hingga Malang dan Lumajang

03 September 2026
45

PACITAN — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Kamis (3/9/2026) dini hari. Gempa terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap dan getarannya dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 03.52 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 94 kilometer sebelah selatan Pacitan. BMKG mencatat lokasi episenter berada pada koordinat 9,00 derajat Lintang Selatan dan 111,28 derajat Bujur Timur.

 Meski berpusat cukup jauh dari daratan, getaran gempa tetap dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah. Intensitas guncangan tertinggi tercatat mencapai III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Pacitan. Sementara itu, getaran dengan intensitas II MMI dilaporkan terasa di sejumlah daerah lain, yakni Lumajang, Blitar, Malang, hingga Tulungagung.

Berdasarkan skala MMI, intensitas III MMI menunjukkan bahwa getaran gempa dapat dirasakan secara nyata di dalam rumah. Sensasinya dapat menyerupai getaran yang muncul ketika sebuah kendaraan berat atau truk melintas di dekat bangunan. Pada tingkat ini, masyarakat yang berada di dalam rumah dapat merasakan benda atau perabotan ikut bergetar, meskipun dampaknya umumnya masih tergolong ringan. Sementara itu, II MMI berarti getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang, terutama mereka yang berada dalam kondisi diam atau berada di dalam bangunan. Benda-benda ringan yang tergantung juga dapat terlihat bergoyang. Dengan demikian, gempa dini hari tersebut dirasakan dalam skala ringan hingga sedang di sejumlah wilayah yang berada di sekitar kawasan selatan Jawa Timur.

Lokasi episenter gempa berada di perairan selatan Pacitan. Jarak pusat gempa sekitar 94 kilometer dari Pacitan, sehingga guncangan yang sampai ke wilayah daratan relatif lebih lemah. Wilayah selatan Jawa memang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas kegempaan cukup tinggi. Kondisi tersebut berkaitan dengan dinamika tektonik di sepanjang zona subduksi selatan Jawa, tempat Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

Aktivitas tektonik di kawasan tersebut dapat memicu gempa dengan berbagai kekuatan dan kedalaman. Namun, satu kejadian gempa tidak secara otomatis menjadi pertanda akan terjadinya gempa besar berikutnya. Karena itu, masyarakat tetap dianjurkan mengacu pada informasi resmi BMKG dan tidak mempercayai prediksi gempa yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Gempa M4,4 yang mengguncang Pacitan ini menjadi pengingat bahwa masyarakat di wilayah selatan Jawa perlu tetap memiliki kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi. Masyarakat yang merasakan guncangan disarankan tetap tenang, melindungi kepala dan tubuh dari benda yang berpotensi jatuh, serta menjauhi bangunan atau bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Informasi mengenai gempa dan kemungkinan perkembangan aktivitas seismik sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG. Dengan kekuatan M4,4, episenter di laut sekitar 94 kilometer selatan Pacitan, serta intensitas maksimum III MMI, gempa Kamis dini hari tersebut dirasakan di beberapa wilayah Jawa Timur, tetapi guncangannya tergolong ringan.

Tag

Memuat tag berita...