Memuat berita

Dinkes Sidoarjo Klarifikasi: Bukan 522, Hanya 60 Kasus HIV pada Usia Pelajar Sejak 2001

26 Juli 2026
7

Sidoarjo – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo memberikan klarifikasi tegas untuk meluruskan kabar yang beredar di media sosial mengenai klaim 522 pelajar terpapar HIV/AIDS. Informasi tersebut dinyatakan tidak sesuai dengan data resmi yang dimiliki pemerintah daerah. Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes, memaparkan data akurat berdasarkan pencatatan kumulatif resmi sejak tahun 2001 hingga Juni 2026. Menurutnya, kasus HIV pada kelompok usia 11–17 tahun (yang diklasifikasikan sebagai usia pelajar) tercatat sebanyak 60 kasus.

“Kalau pelajar bisa kita klasifikasikan dari usia 11 sampai dengan 17 tahun. Jadi kalau dari data kami angkanya adalah 60 kasus sejak 2001 sampai 2026. Dari angka itu sudah meninggal tujuh orang. Jadi saat ini tinggal 53 untuk usia 11 sampai dengan 17 tahun,” ujar dr. Lakhsmie saat memberikan penjelasan di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/7/2026).

Dari total 60 kasus tersebut, tujuh orang telah meninggal dunia, sementara 53 remaja lainnya masih hidup dan menjalani terapi Antiretroviral (ARV) secara rutin dengan pendampingan tenaga kesehatan serta komunitas. Dinkes menekankan bahwa angka 522 yang viral di media sosial bukan merujuk pada jumlah pelajar aktif yang terdiagnosis HIV saat ini. Perbedaan tersebut muncul karena perbedaan metode pengelompokan data, di mana angka yang lebih besar mencakup akumulasi kasus dari berbagai kelompok usia, termasuk anak usia dini hingga mahasiswa, yang dihimpun selama bertahun-tahun.

Selain kelompok usia pelajar, Dinkes juga mencatat 117 kasus HIV pada anak usia 0–10 tahun sejak 2001 hingga Juni 2026. Dari jumlah itu, 35 anak meninggal dunia, sementara sebagian lainnya berstatus lost to follow-upSecara keseluruhan, Dinkes Sidoarjo mencatat 7.230 kasus HIV kumulatif sejak 2001 hingga Juni 2026. Pemerintah daerah terus memperkuat program skrining, pengobatan, dan pendampingan bagi Orang Dengan HIV (ODHIV), khususnya anak dan remaja, guna memastikan kepatuhan terapi serta menekan stigma di masyarakat.

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan kesalahpahaman publik sekaligus memperkuat komitmen Dinkes dalam memberikan layanan kesehatan yang akurat, transparan, dan berkelanjutan bagi anak serta remaja di Kabupaten Sidoarjo.

Tag

Memuat tag berita...