LOMBOK TENGAH — Kebakaran hebat melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu malam (22/8/2026). Kobaran api menghanguskan sekitar 150 rumah dan berdampak terhadap lebih dari 300 warga.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, besarnya kebakaran membuat ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Sejumlah bangunan yang terbakar merupakan rumah adat masyarakat Suku Sasak yang menjadi bagian penting dari kawasan Desa Adat Sade.
Dari sekitar 150 rumah yang dilaporkan terbakar, 89 di antaranya merupakan rumah adat Suku Sasak
Salah seorang warga, Rialip, menggambarkan besarnya dampak kebakaran yang terjadi. Ia mengatakan sebagian warga nyaris tidak sempat menyelamatkan barang-barang milik mereka ketika api melanda permukiman.
“Hanya pakaian yang dipakai yang tersisa,
Pernyataan tersebut menggambarkan kondisi warga yang harus menghadapi kehilangan tempat tinggal sekaligus barang-barang yang mereka miliki. Bagi masyarakat yang rumahnya terbakar, kebutuhan paling mendesak setelah kejadian antara lain tempat tinggal sementara, pakaian, makanan, air bersih, serta perlengkapan kebutuhan sehari-hari.
Kebakaran juga menjadi pukulan berat bagi keberadaan kawasan adat Sade. Rumah adat Suku Sasak tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga memiliki nilai budaya dan menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.
Hilangnya puluhan rumah adat dalam satu peristiwa kebakaran membuat penanganan pascakebakaran tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan warga terdampak. Upaya pemulihan kawasan juga akan menghadapi tantangan untuk mempertahankan karakter dan nilai budaya permukiman tradisional tersebut.
Dengan jumlah warga terdampak yang mencapai lebih dari 300 orang, penanganan darurat membutuhkan koordinasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, petugas kebencanaan, serta masyarakat perlu memastikan kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi sembari melakukan pendataan terhadap kerusakan dan kerugian akibat kebakaran.
Pendataan juga penting untuk mengetahui secara lebih rinci jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal serta kondisi bangunan yang terdampak. Informasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan bantuan dan proses pemulihan.
Hingga tahap pemulihan, perhatian terhadap rumah adat yang terbakar juga menjadi hal penting. Selain memastikan keselamatan dan kebutuhan warga, proses rehabilitasi perlu mempertimbangkan karakter arsitektur tradisional serta nilai budaya yang melekat pada Desa Adat Sade.
Kebakaran di Desa Adat Sade menjadi peristiwa besar bagi masyarakat Lombok Tengah. Tidak adanya laporan korban jiwa menjadi kabar baik di tengah besarnya kerusakan, tetapi ratusan warga kini harus menghadapi kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Puluhan rumah adat Suku Sasak yang ikut terbakar juga menambah dimensi budaya dalam upaya pemulihan kawasan tersebut.