Memuat berita

Dari Wakapolri ke Kepala BRAN, Dedi Prasetyo Masuk Babak Baru di Reforma Agraria

01 Oktober 2026
9

Komjen Pol Dedi Prasetyo resmi memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pelantikan Dedi menjadi bagian dari rangkaian reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan pemerintah pada 1 Oktober 2026. Pengangkatannya sebagai Kepala BRAN ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 105/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Dalam prosesi tersebut, Dedi mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo. Setelah pengambilan sumpah, ia menandatangani berita acara pelantikan yang kemudian turut ditandatangani Presiden. Pelantikan itu menandai berakhirnya masa tugas Dedi sebagai Wakapolri dan dimulainya tanggung jawab baru di pemerintahan.

Sebelum ditunjuk memimpin BRAN, Dedi merupakan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri). Ia menduduki posisi tersebut sejak 2025 setelah menggantikan Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri. Sebelumnya, Dedi juga pernah dipercaya sebagai Inspektur Pengawasan Umum Polri dan Kepala Divisi Humas Polri.

Pengalaman Dedi di institusi kepolisian terbilang panjang. Perwira tinggi Polri kelahiran Magetan, Jawa Timur, tersebut merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990. Setelah menyelesaikan pendidikan kepolisian, ia mengawali karier sebagai perwira pertama di Polda Jawa Timur pada 1991.

Kariernya kemudian berkembang melalui berbagai penugasan, baik di bidang operasional maupun pembinaan sumber daya manusia. Dedi pernah menjabat Kapolsek Deket di Lamongan, Kapolsek Serpong, serta sejumlah posisi di lingkungan kepolisian wilayah Jawa Timur. Ia juga pernah menjadi Kapolres Kediri dan Kapolres Lumajang.

Pengalaman di bidang pembinaan personel kemudian membawa Dedi ke sejumlah jabatan yang berkaitan dengan sumber daya manusia Polri. Ia tercatat pernah menjalankan tugas di Mabes Polri, Polda Maluku Utara, dan Polda Kalimantan Tengah dalam bidang pengembangan SDM pada periode 2011–2012.

Pada 2016, Dedi dipercaya sebagai Kepala Bagian Mutasi Jabatan Biro Pembinaan Karier Staf Sumber Daya Manusia Polri. Setahun kemudian, ia mendapat promosi menjadi Wakapolda Kalimantan Tengah. Posisi tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum dirinya memasuki jajaran pimpinan tinggi Polri.

Pada 2018, Dedi berpindah ke bidang hubungan masyarakat dengan menjabat Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri. Pengalaman di bidang komunikasi publik tersebut kemudian dilanjutkan dengan sejumlah posisi strategis hingga akhirnya ia dipercaya memimpin Divisi Humas Polri pada 2021.

Dedi selanjutnya menjabat Inspektur Pengawasan Umum Polri pada 2024 sebelum ditunjuk sebagai Wakapolri pada 2025. Rangkaian jabatan tersebut membuat perjalanan kariernya mencakup berbagai bidang, mulai dari operasional kepolisian, pembinaan sumber daya manusia, pengawasan internal, hingga komunikasi publik.

Kini, pengalaman panjang tersebut dibawa Dedi ke bidang yang berbeda. Sebagai Kepala BRAN, ia akan memimpin lembaga yang berkaitan dengan penyelenggaraan agenda reforma agraria nasional. Perubahan bidang tugas ini juga menempatkannya pada persoalan yang selama ini memiliki dimensi sosial, ekonomi, hukum, dan administrasi pertanahan.

Penunjukan Dedi berlangsung tidak lama setelah pemerintah dan DPR menyelesaikan pembahasan regulasi mengenai reforma agraria. ANTARA melaporkan bahwa regulasi tersebut disahkan pada 22 September 2026 dan mengatur pembentukan badan baru yang berkaitan dengan penyelenggaraan reforma agraria. Dalam proses pembahasan sebelumnya, terdapat pembicaraan mengenai nomenklatur lembaga, sementara pemerintah menyatakan pembentukan lembaga dan nomenklatur akhirnya akan ditentukan melalui Peraturan Presiden.

Setelah dilantik, Dedi menyatakan akan segera berkomunikasi dengan Menteri Sekretaris Negara dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk melakukan asesmen terhadap pejabat yang nantinya akan mengisi struktur BRAN. Ia juga mulai menyiapkan rencana kerja lembaga tersebut hingga 2027.

Perpindahan Dedi dari posisi Wakapolri ke Kepala BRAN menjadi salah satu perubahan penting dalam reshuffle pemerintahan pada 1 Oktober 2026. Bersamaan dengan itu, sejumlah pejabat lain juga memperoleh penugasan baru, termasuk Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Bagi Dedi, jabatan baru tersebut bukan sekadar pergantian posisi, tetapi juga perubahan lingkup tanggung jawab. Jika sebelumnya ia berada dalam struktur pimpinan Polri dengan fokus pada keamanan, penegakan hukum, pengawasan, dan tata kelola internal kepolisian, kini ia harus mengelola agenda pemerintahan yang berkaitan dengan persoalan agraria.

Dengan rekam jejak selama lebih dari tiga dekade di kepolisian, Dedi Prasetyo kini menghadapi tugas baru di luar institusi yang membesarkan kariernya. Pelantikannya sebagai Kepala BRAN sekaligus menandai dimulainya fase baru bagi perwira tinggi lulusan Akpol 1990 tersebut dalam menjalankan tugas pemerintahan di bidang reforma agraria nasional.

Tag

Memuat tag berita...