JAKARTA - Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Berton S.P. Panjaitan memberikan pernyataan resmi. Ia menanggapi penangkapan sejumlah pejabat di lembaganya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurutnya, proses hukum tersebut tidak akan berimbas pada tugas pokok lembaga. Penanggulangan bencana tetap menjadi prioritas utama. Berton menyampaikan imbauan kepada seluruh jajaran BNPB. Ia menekankan pentingnya menjaga fokus di tengah situasi yang sedang berjalan. Tugas kemanusiaan tidak boleh terganggu oleh dinamika hukum. Seluruh personel diminta tetap menjalankan fungsi masing-masing. Dalam keterangan tertulis yang dirilis, Berton menegaskan sikap lembaga.
“BNPB mengimbau seluruh jajaran untuk tetap fokus pada tugas penanggulangan bencana, kemanusiaan dan tidak terpengaruh oleh proses hukum yang berjalan,” kata Berton Selasa (13/10/2026). Pernyataan tersebut menjadi panduan resmi bagi seluruh pegawai.
Penangkapan sejumlah pejabat BNPB oleh KPK sempat menimbulkan pertanyaan publik. Banyak pihak khawatir operasional penanggulangan bencana terdampak. Melalui pernyataan Berton, lembaga tersebut ingin menepis kekhawatiran itu. Kinerja di lapangan dipastikan tetap berjalan normal. BNPB memiliki mandat utama dalam penanganan bencana di seluruh Indonesia. Tugas kemanusiaan yang diemban bersifat krusial dan tidak bisa ditunda. Oleh karena itu, fokus seluruh jajaran harus tetap terjaga. Proses hukum yang menyangkut individu tidak boleh mengganggu sistem kelembagaan.
Berton S.P. Panjaitan sebagai juru bicara menyampaikan pesan ketenangan. Ia mengingatkan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kolektif. Setiap personel memiliki peran yang harus dijalankan dengan profesional. Tidak ada ruang untuk terpengaruh oleh isu di luar tugas pokok. Dengan imbauan tersebut, BNPB ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. Situasi darurat bencana membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Seluruh sumber daya lembaga diarahkan untuk kepentingan kemanusiaan. Proses hukum dibiarkan berjalan sesuai koridornya.
Keterangan tertulis yang dirilis Berton menjadi acuan internal dan eksternal. Pegawai BNPB di pusat maupun daerah diharapkan mematuhi imbauan tersebut. Fokus pada tugas penanggulangan bencana harus dipertahankan. Profesionalisme menjadi kunci menghadapi situasi ini. Penegasan bahwa proses hukum tidak akan berimbas pada operasional lembaga penting bagi publik. Masyarakat membutuhkan jaminan bahwa bantuan dan respons bencana tetap tersedia. BNPB melalui juru bicaranya memberikan kepastian tersebut. Kepercayaan publik menjadi hal yang terus dijaga.
Berton menekankan tiga hal utama dalam imbauannya. Pertama, tetap fokus pada tugas penanggulangan bencana. Kedua, mengutamakan aspek kemanusiaan. Ketiga, tidak terpengaruh oleh proses hukum yang sedang berjalan. Tiga poin tersebut menjadi pedoman sikap seluruh jajaran. Sebagai lembaga yang berurusan langsung dengan situasi darurat, BNPB tidak boleh kehilangan konsentrasi. Setiap hari terdapat potensi bencana yang harus diantisipasi. Kesiapsiagaan dan respons cepat tetap menjadi standar kerja. Dinamika internal tidak boleh mengganggu kinerja lapangan.
Pernyataan Berton S.P. Panjaitan juga ditujukan untuk menenangkan mitra dan pihak terkait. Koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan organisasi kemanusiaan tetap berjalan. Sinergi dalam penanggulangan bencana tidak boleh terputus. Komitmen lembaga disampaikan secara terbuka. Dengan menegaskan sikap netral terhadap proses hukum, BNPB menunjukkan profesionalisme. Aparat penegak hukum menjalankan tugasnya sesuai kewenangan. Di sisi lain, BNPB tetap menjalankan mandat kemanusiaannya. Pemisahan antara proses hukum individu dan tugas kelembagaan dijaga dengan ketat.
Imbauan agar tidak terpengaruh proses hukum menjadi pengingat internal. Seluruh pegawai diharapkan menjaga etika dan konsentrasi kerja. Tugas penanggulangan bencana memiliki dampak langsung bagi keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, fokus harus tetap terjaga sepenuhnya.