Memuat berita

Anwar Ibrahim Sebut Investasi KWAP di eFishery “Penipuan yang Direncanakan”, Kerugian Hingga Rp717 Miliar

Kuala Lumpur — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim angkat bicara soal skandal penipuan yang melibatkan startup akuakultur asal Indonesia, eFishery. Anwar menyebut investasi Kumpulan Wang Persaraan (KWAP) di perusahaan tersebut merupakan hasil manipulasi laporan keuangan yang direncanakan secara matang.

Pernyataan Anwar disampaikan pada Sabtu (18/7/2026) dan dikutip The Straits Times. Ia menanggapi pertanyaan anggota parlemen Malaysia, Wong Chen, yang meminta penjelasan mengenai pertanggungjawaban dewan direksi, panel investasi, serta manajemen senior KWAP atas keputusan investasi yang berujung pada kerugian dana pensiun Pegawai Negeri Sipil Malaysia.

“Investasi di eFishery merupakan hasil dari penipuan yang direncanakan dengan matang, di mana manajemen perusahaan memanipulasi laporan keuangan untuk menipu KWAP,” tegas Anwar Ibrahim.

KWAP tercatat menggelontorkan dana sebesar RM 200 juta atau sekitar USD 47,7 juta (Rp717,4 miliar) ke eFishery pada Juli 2023. Saat itu, eFishery dipandang sebagai startup teknologi potensial yang mampu memodernisasi industri budidaya ikan dan udang di Indonesia.

Namun, citra gemilang tersebut runtuh setelah terungkap kasus manipulasi laporan keuangan. Pendiri sekaligus mantan CEO eFishery, Gibran Huzaifah, menjadi tersangka utama. Pada April 2026, Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis 9 tahun penjara dan denda Rp1 miliar kepada Gibran atas dugaan penggelapan dalam jabatan dan pencucian uang perusahaan periode 2020–2024.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan dana pensiun publik Malaysia. Wong Chen sebelumnya mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas tanggung jawab internal KWAP dalam proses persetujuan dan pengawasan investasi tersebut.

Anwar Ibrahim menegaskan bahwa pemerintah Malaysia akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan upaya pemulihan dana yang telah diinvestasikan. Skandal eFishery ini menjadi pelajaran berharga bagi lembaga pengelola dana publik di Malaysia untuk memperketat proses due diligence sebelum menanamkan investasi di perusahaan asing, khususnya startup teknologi.

Kasus ini juga berdampak pada citra ekosistem startup Indonesia di mata investor regional. Meski banyak startup Indonesia yang sukses, kasus eFishery menjadi pengingat akan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik dan transparansi keuangan.

Tag

Memuat tag berita...