Memuat berita

Angelina Jolie Soroti Citra Google Earth Gaza: Dari Permukiman Padat Kini Banyak Wilayah Tinggal Puing

Aktris Hollywood sekaligus aktivis kemanusiaan Angelina Jolie kembali menyoroti kondisi Gaza melalui unggahan di media sosial. Kali ini, Jolie memperlihatkan perbandingan citra Google Earth yang menggambarkan kondisi sejumlah kawasan di Gaza sebelum dan setelah perang, dengan sejumlah permukiman yang kini tampak berubah drastis dan sebagian wilayah terlihat dipenuhi puing maupun bangunan yang telah hancur.

Unggahan tersebut dibagikan Jolie pada awal Oktober 2026. Ia mengajak pengikutnya melihat langsung perubahan kawasan Gaza melalui citra satelit yang tersedia di Google Earth. Menurut Jolie, perbandingan tersebut memberikan gambaran visual mengenai skala kehancuran yang terjadi selama konflik.

Jolie juga mengutip hasil analisis citra satelit United Nations Satellite Centre (UNOSAT). Berdasarkan penilaian per 16 Juni 2026, sebanyak 201.290 struktur di Jalur Gaza atau sekitar 82 persen dari seluruh bangunan telah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 134.422 struktur dinilai hancur, sementara puluhan ribu lainnya mengalami kerusakan berat, sedang, atau kemungkinan rusak.

Data tersebut menunjukkan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan tempat tinggal. Infrastruktur penting yang menopang kehidupan masyarakat Gaza, termasuk fasilitas kesehatan, pendidikan, jalan, sistem air dan sanitasi, juga terdampak konflik.

Dalam unggahannya, Jolie menyoroti kondisi warga sipil yang harus menghadapi dampak kehancuran tersebut ketika musim dingin mendekat. Ia menyebut sekitar 1,98 juta orang atau 94 persen populasi Gaza membutuhkan bantuan tempat tinggal dan kebutuhan pokok.

Angka tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan kemanusiaan yang harus dipenuhi. Bagi warga yang kehilangan rumah, persoalan bukan hanya mendapatkan tempat berlindung sementara, tetapi juga memperoleh makanan, air bersih, layanan kesehatan, perlengkapan dasar, serta lingkungan yang memungkinkan mereka kembali menjalani kehidupan secara layak.

Jolie juga menyoroti persoalan distribusi bantuan. Menurut dia, bantuan kemanusiaan dan material untuk tempat tinggal masih menghadapi berbagai pembatasan dan keterlambatan. Ia menyerukan agar bantuan dapat mencapai warga sipil dalam jumlah yang dibutuhkan, terutama ketika kondisi cuaca semakin berat.

Selain kebutuhan tempat tinggal, Jolie menekankan pentingnya pasokan medis bagi rumah sakit. Ia juga menyerukan terciptanya kondisi yang memungkinkan masyarakat Gaza membangun kembali rumah, sekolah, rumah sakit, dan komunitas mereka.

Pesan tersebut kembali menempatkan persoalan Gaza bukan hanya sebagai persoalan kehancuran fisik, tetapi juga krisis kemanusiaan yang menyangkut keberlangsungan hidup jutaan warga sipil.

Citra satelit yang dibagikan Jolie menjadi salah satu cara untuk memperlihatkan perubahan kawasan secara visual. Foto sebelum dan sesudah memberikan gambaran mengenai bagaimana wilayah yang sebelumnya dipenuhi rumah dan bangunan dapat berubah menjadi kawasan dengan kerusakan luas.

Laporan PBB juga memperlihatkan bahwa kerusakan tersebut terus bertambah dibandingkan penilaian sebelumnya. UNOSAT mencatat jumlah struktur terdampak meningkat 1,5 persen dibandingkan analisis Oktober 2025, sementara jumlah bangunan yang dikategorikan hancur meningkat sekitar 9 persen. Kerusakan juga mencakup sekitar 328.627 unit rumah.

Kondisi itu membuat kebutuhan pemulihan Gaza menjadi persoalan jangka panjang. Penilaian bersama Uni Eropa, PBB, dan Bank Dunia yang dirilis April 2026 memperkirakan kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi Gaza mencapai sekitar 71,4 miliar dolar AS dalam satu dekade. Kerusakan fisik infrastruktur saja diperkirakan mencapai 35,2 miliar dolar AS.

Jolie sendiri bukan sosok baru dalam isu kemanusiaan Palestina. Ia selama bertahun-tahun aktif dalam kerja kemanusiaan dan pernah menjabat sebagai Utusan Khusus UNHCR sebelum mengakhiri peran tersebut pada akhir 2022.

Pada Januari 2026, Jolie juga mengunjungi sisi Mesir dari perlintasan Rafah. Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu pekerja dan relawan kemanusiaan serta meninjau aktivitas yang berkaitan dengan pengiriman bantuan ke Gaza.

Kunjungan itu dilakukan ketika akses bantuan ke Gaza masih menjadi persoalan besar. Jolie berbicara dengan relawan Bulan Sabit Merah dan pengemudi truk bantuan yang berada di kawasan perbatasan. Ia juga meninjau fasilitas yang berkaitan dengan bantuan kemanusiaan dan kondisi warga Palestina yang mendapatkan perawatan di Mesir.

Kini, melalui unggahan mengenai citra Google Earth, Jolie kembali menggunakan platform pribadinya untuk mengangkat perhatian publik terhadap kondisi warga Gaza. Ia menekankan bahwa kehancuran yang terlihat melalui citra satelit hanyalah gambaran fisik dari sebuah krisis yang jauh lebih luas.

Di balik bangunan yang runtuh terdapat rumah, sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, jalan, serta ruang kehidupan masyarakat yang sebelumnya menjadi bagian dari keseharian warga. Karena itu, menurut Jolie, tantangan berikutnya bukan hanya melihat seberapa besar kehancuran yang terjadi, tetapi memastikan kebutuhan warga yang terdampak benar-benar terpenuhi.

Pesan Jolie muncul ketika kebutuhan tempat tinggal, layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan masih menjadi perhatian utama di Gaza. Data satelit memberikan gambaran mengenai skala kerusakan, sementara kebutuhan jutaan warga menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak berhenti ketika bangunan runtuh. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kehidupan masyarakat dapat dipulihkan dan pembangunan kembali dapat dimulai.

Tag

Memuat tag berita...