Memuat berita

Aksi Walk Out Massal Warnai Pidato Netanyahu di Sidang Majelis Umum PBB

25 September 2026
3

Delegasi dari berbagai negara ramai-ramai meninggalkan ruangan atau melakukan walk out saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 24 September 2026, waktu New York. Suasana di ruang sidang langsung berubah tegang sejak Netanyahu melangkah menuju mimbar. Momen ini menjadi sorotan utama dalam sesi sidang tersebut. Saat Netanyahu berjalan ke mimbar, terdengar sorakan dari sebagian audiens. Di sisi lain, delegasi Israel memberikan tepuk tangan sebagai bentuk dukungan. Kontras antara dukungan dan penolakan langsung terasa di dalam ruangan. Netanyahu tampak memperhatikan situasi yang terjadi di hadapannya sebelum memulai pidato.

Para delegasi yang memilih walk out membuat ruang sidang hanya terisi sebagian orang. Suasana tidak lagi ramai seperti biasanya ketika sidang majelis umum berlangsung. Hanya beberapa negara yang memutuskan untuk tetap berada di dalam ruangan. Netanyahu diam sejenak dan memandang ke arah delegasi yang beranjak pergi. Ketika banyak delegasi berjalan menuju pintu keluar, Presiden Sidang Majelis Umum Khalilur Rahman meminta audiens untuk tetap tertib. Seruan tersebut diulang beberapa kali agar suasana kembali terkendali. Setelah sejumlah himbauan, ruangan akhirnya menjadi lebih kondusif meski sebagian delegasi telah meninggalkan tempat. Proses sidang kemudian dilanjutkan.

Netanyahu kemudian menyampaikan terima kasih kepada Khalilur Rahman atas upayanya menertibkan suasana. Ia juga menyinggung para delegasi yang memilih keluar dari ruangan. Dalam pidatonya, Netanyahu menyebut mereka sebagai pengecut. Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan di tengah ketegangan yang sedang berlangsung.

“Jika masih ada pengecut moral yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan lakukan sekarang. Terima kasih, banyak,” kata Netanyahu di hadapan sisa peserta sidang. Kalimat tersebut disampaikan dengan nada tegas setelah suasana agak tenang. Netanyahu melanjutkan pidatonya di tengah ruangan yang tidak lagi penuh.

Walk out massal ini terjadi di tengah meningkatnya kecaman internasional terhadap Israel. Israel menuai kritik luas usai meluncurkan agresi brutal di Jalur Gaza, Palestina. Sejumlah pemerintahan negara lain bahkan melabeli tindakan tersebut sebagai genosida. Penolakan di ruang sidang PBB menjadi salah satu bentuk ekspresi ketidaksetujuan tersebut. Keputusan banyak delegasi untuk meninggalkan ruangan mencerminkan ketegangan diplomatik yang sedang berlangsung di tingkat global. Sidang Majelis Umum PBB yang semestinya menjadi forum dialog justru diwarnai aksi protes terbuka. Hanya sebagian kecil negara yang bertahan hingga akhir pidato Netanyahu. Situasi ini memperlihatkan polarisasi sikap terhadap Israel di forum internasional.

Presiden Sidang Majelis Umum Khalilur Rahman berupaya menjaga ketertiban dengan seruan berulang kali. Upayanya berhasil meredakan keramaian di dalam ruangan meski tidak mencegah sebagian delegasi untuk pergi. Netanyahu memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan pernyataan tajam terhadap pihak yang walk out. Interaksi ini menjadi salah satu momen paling tegang dalam sidang hari itu. Dengan banyaknya delegasi yang melakukan walk out, pidato Benjamin Netanyahu di Sidang Majelis Umum PBB berlangsung dalam suasana yang tidak biasa. Ruang sidang yang hanya terisi sebagian orang menjadi gambaran penolakan terhadap kebijakan Israel terkait Gaza. Pernyataan Netanyahu yang menyebut delegasi sebagai pengecut moral semakin memperuncing situasi. Dunia internasional terus menyoroti perkembangan diplomasi di tengah konflik yang masih berlangsung.

Tag

Memuat tag berita...